RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banyak bangunan, termasuk rumah tinggal, di Kota Bekasi telah berusia cukup tua. Kondisi instalasi listrik pun perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran akibat korsleting.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengingatkan masyarakat dan pengelola gedung agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Imbauan itu disampaikan menyusul sejumlah kebakaran yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, termasuk kebakaran gudang di kawasan Bekasi Utara pada Senin (17/8/2026).
Tri menyampaikan agar warga dan pengelola gedung meningkatkan kewaspadaan pada saat rumah atau perusahaan hari libur atau akhir pekan.
“Di mana mungkin rumah dalam kondisi kosong, kemudian juga perusahaan dalam kondisi kosong,” katanya.
Menurut Tri, berbagai sumber potensi kebakaran perlu diantisipasi, mulai dari korsleting listrik hingga penggunaan kompor. Risiko korsleting juga dapat meningkat seiring usia instalasi listrik.
“Dan hari ini juga kan relatif usia rumah di Kota Bekasi sudah cukup tua, karena Bekasi ini kan berkembang tahun 80an, sehingga mungkin umur kabel pun ini harus menjadi perhatian juga buat warga masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Warga Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning Tagih Ganti Rugi
Selain kondisi instalasi listrik, Tri mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai faktor cuaca dan angin yang dapat memperbesar risiko kebakaran.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Heryanto, mengatakan korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab kebakaran yang paling dominan. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk usia instalasi listrik.
“Jadi memang penyebab kebakaran yang paling banyak saat ini, hampir 70 persen dari arus pendek listrik,” ucapnya.
Untuk itu, ia mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik di rumah guna mematikan keamanan. Ia juga mengingatkan pentingnya sistem proteksi kebakaran di gedung perkantoran maupun gudang, selain kemanaan juga untuk mencegah kerugian materi akibat kebakaran.
Berdasarkan laporan penanganan Disdamkarmat pada Senin (17/8/2026) terdapat tujuh kejadian, masing-masing tiga permintaan pertolongan Rescue dan empat kebakaran. Empat peristiwa kebakaran tersebut tiga diantaranya rumah tinggal, dan satu gudang.
“Berdasarkan laporan pada tanggal 17 Agustus terdapat tujuh kejadian, empat peristiwa kebakaran dan tiga permintaan oettokjnhan Rescue,” ucapnya.
Hari berikutnya, pada Selasa (18/8/2026) siang petugas kembali harus berjibaku menjinakkan api setelah mendapatkan laporan kebakaran di Jatimakmur, Pondok Gede. (sur)











