RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan mengajak satuan pendidikan dan orang tua untuk bersama-sama memberikan edukasi sekaligus pengawasan kepada anak dalam menggunakan teknologi digital.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, menuturkan penggunaan perangkat elektronik dan teknologi digital dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan kemampuan sumber daya manusia (SDM).
“Pentingnya gotong royong. Mari kita bangkitkan semangat untuk generasi lebih berkualitas,” kata Imam.
Menurutnya, anak-anak saat ini sudah sangat dekat dengan gawai, internet, dan berbagai platform pembelajaran digital. Jika diarahkan dengan benar, teknologi dapat menjadi sarana untuk mempercepat pemahaman materi, melatih kreativitas, sekaligus memperluas wawasan.
Sebaliknya, tanpa edukasi dan pengawasan yang memadai, penggunaan teknologi dapat menimbulkan dampak negatif. Di antaranya kecanduan gim, akses terhadap konten yang tidak sesuai usia, hingga berkurangnya interaksi sosial.
“Oleh karena itu, peran guru di sekolah dan orangtua di rumah harus sejalan,” ujarnya.
Karena itu, Disdik Kabupaten Bekasi meminta sekolah mengintegrasikan literasi digital ke dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya diharapkan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, orangtua diminta aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai. Pendampingan dapat dilakukan dengan membatasi durasi penggunaan, memilih konten edukatif, serta membangun komunikasi agar anak merasa nyaman untuk bercerita.
“Gotong royong antara sekolah, orangtua, dan pemerintah harus terus dikuatkan. Kita ingin anak-anak Kabupaten Bekasi melek teknologi, tapi tetap punya adab, disiplin, dan karakter,” kata Imam.
Imam menambahkan, penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan digital sejalan dengan upaya Pemkab Bekasi menciptakan generasi yang siap bersaing. Terlebih, Kabupaten Bekasi merupakan daerah industri yang membutuhkan SDM terampil dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Edukasi digital ini investasi jangka panjang. Kalau dari sekarang kita tanamkan kebiasaan baik, maka 10-15 tahun ke depan kita akan panen SDM yang berkualitas,” jelasnya. (and)











