RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Drama Tiongkok Remnants of Gold hadir sebagai tontonan bergenre wuxia klasik yang menawarkan kisah penuh misteri, perburuan harta karun, intrik kekuasaan, hingga aksi balas dendam.
Drama ini merupakan adaptasi dari novel Eagles Over the Vast Land karya Gu Long atau yang juga dikenal dengan nama Khu Lung. Remnants of Gold mulai tayang pada 25 Agustus 2026 melalui platform Tencent WeTV dan hanya memiliki total 13 episode.
Kisahnya berpusat pada sebuah rahasia besar mengenai harta karun berupa 300 ribu tael emas yang konon terkubur di Benteng Shiquan, wilayah Gansu.
Perintah Mencari 300 Ribu Tael Emas
Cerita bermula ketika seorang pejabat tinggi Komisi Militer Regional Cabang Wilayah Shaanxi bernama Ha Bingzhong memerintahkan Yu Hou untuk menjalankan sebuah misi penting.
Yu Hou yang merupakan wakil komisaris militer ditugaskan mencari keberadaan ratusan ribu tael emas yang dipercaya tersimpan di Benteng Shiquan. Dalam menjalankan misi tersebut, ia bekerja sama dengan Futu, pemimpin sebuah kelompok.
Sebagai kepala garnisun Liangzhou, Yu Hou membawa sejumlah bawahannya. Sementara itu, Futu menyewa kelompok bayaran untuk ikut dalam perjalanan tersebut. Total terdapat 15 orang yang menjalankan misi pencarian emas.
Namun, perjalanan mereka ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
Misteri Sumur Lieyang dan Kelompok yang Menjadi Gila
Dalam perjalanan menuju Benteng Shiquan, rombongan tersebut singgah di sebuah tempat bernama Sumur Lieyang untuk beristirahat.
Di lokasi itu, mereka bertemu seorang pria tua penduduk setempat bernama Bana. Kepada rombongan Yu Hou, Bana mengungkap sebuah cerita mengerikan.
Ia mengatakan bahwa sekitar dua bulan sebelumnya, sudah ada kelompok lain yang datang ke wilayah tersebut dengan tujuan yang sama, yakni mencari harta emas di Benteng Shiquan.
Namun, seluruh anggota kelompok itu mengalami nasib tragis. Mereka disebut tiba-tiba kehilangan kewarasan sebelum akhirnya tewas.
Tak lama setelah mendengar cerita tersebut, kejadian mengerikan benar-benar terjadi pada rombongan Yu Hou.
Para anggota garnisun Liangzhou dan kelompok bayaran mendadak menjadi tidak terkendali. Mereka mengalami gangguan mental parah hingga akhirnya saling menyerang dan membunuh satu sama lain.
Dari 15 orang yang berangkat, hanya dua orang yang berhasil selamat, yakni Yu Hou dan bawahannya bernama Xiao Fang.
Racun dari Makanan Kuda Jadi Penyebab Teror
Setelah diselidiki, kondisi mengerikan yang membuat para anggota rombongan kehilangan kewarasan ternyata disebabkan oleh racun misterius.
Racun tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh kuda. Setelah masuk ke tubuh hewan tersebut, zat berbahaya itu berubah menjadi racun yang dapat menyebar ke lingkungan sekitar.
Serbuk racun kemudian terbawa angin dan terhirup oleh manusia. Siapa pun yang menghirupnya dapat mengalami halusinasi berat hingga kehilangan kendali atas pikirannya.
Baca Juga: Penggemar Drama China Wajib Waspada! OJK Bongkar Modus Penipuan Baru yang Mengincar C-Drama Lovers
Yu Hou kemudian kembali ke kantor Komisi Militer Regional Cabang Wilayah Shaanxi untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Ha Bingzhong.
Namun, mereka menghadapi masalah besar karena tidak memiliki orang yang benar-benar memahami racun tersebut.
Zhang Luyao Dipilih untuk Mengungkap Misteri
Dalam situasi tersebut, Futu memberikan sebuah usulan. Ia menyebut ada seorang pendekar wanita bernama Zhang Luyao yang diyakini memiliki kemampuan luar biasa dalam memahami berbagai jenis racun.
Zhang Luyao diketahui merupakan sosok dari Biro Pengawalan Zhang di Liangzhou. Ia juga memiliki hubungan dengan Klan Tang setelah menikah dengan salah satu anggota klan tersebut.
Selama bertahun-tahun, Zhang Luyao menjalani berbagai ujian racun dari Klan Tang. Berkat pengalaman tersebut, tubuhnya menjadi kebal terhadap banyak jenis racun dan ia memiliki pengetahuan mendalam mengenai dunia racun.
Namun, ada satu masalah. Zhang Luyao sama sekali tidak tertarik pada harta berupa 300 ribu tael emas.
Karena itu, muncul rencana kejam untuk memaksanya terlibat dalam penyelidikan.
Keluarga Zhang Luyao Dibantai dengan Racun
Satu-satunya cara agar Zhang Luyao mau turun tangan adalah dengan menyerang orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya.
Biro Pengawalan Zhang menjadi sasaran racun misterius yang sama seperti yang sebelumnya muncul di Benteng Shiquan dan Sumur Lieyang.
Tragedi besar pun terjadi. Sebanyak 27 anggota Biro Pengawalan Zhang dilaporkan tewas akibat racun tersebut, termasuk ayah Zhang Luyao.
Dari seluruh orang yang berada di sana, hanya Lu Hao yang berhasil bertahan hidup.
Kabar mengenai kematian keluarganya membuat Zhang Luyao akhirnya meninggalkan markas Klan Tang di wilayah Shu Barat dan melakukan perjalanan menuju Liangzhou.
Kini, ia memiliki alasan pribadi untuk mengungkap siapa sosok di balik racun misterius yang telah menghancurkan keluarganya.
Istana Kekaisaran Turun Tangan
Di tengah tragedi tersebut, pihak kerajaan ternyata juga mulai mencurigai adanya sesuatu yang besar di balik berbagai kejadian misterius tersebut.
Istana kekaisaran mengutus Pu Ying, seorang komandan panji tingkat tujuh, untuk menyelidiki peristiwa yang terjadi di Benteng Shiquan dan Sumur Lieyang.
Pu Ying berangkat dari ibu kota menuju Gansu untuk mengusut kasus tersebut. Namun, setibanya di sana, ia justru menemukan fakta baru yang semakin memperumit penyelidikan.
Kasus keracunan ternyata tidak hanya terjadi di satu lokasi.
Baca Juga: Drama China Love Between Lines: Thriller, Misteri, dan Romansa yang Bikin Penasaran
Benteng Shiquan, Sumur Lieyang, hingga Biro Pengawalan Zhang mengalami peristiwa serupa. Tiga tempat berbeda terhubung oleh satu jenis racun misterius yang sama.
Perburuan emas yang awalnya tampak seperti sebuah misi untuk mencari harta karun pun berubah menjadi rangkaian kasus penuh kematian, pengkhianatan, dan misteri.
Lantas, siapa sebenarnya sosok yang berada di balik racun mematikan tersebut? Apa hubungan antara 300 ribu tael emas dengan berbagai tragedi yang terjadi?
Jawaban dari misteri itu menjadi inti cerita Remnants of Gold, drama wuxia yang memadukan petualangan, intrik, aksi, dan kisah balas dendam dalam satu perjalanan penuh bahaya.(mna)











