RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada awal 2026 lalu menargetkan mampu memperbaiki 3.000 rumah tidak layak huni (Rutilahu) hingga akhir tahun nanti. Namun hingga memasuki September, program tersebut baru terealisasi sekitar 100 unit rumah.
Program rehabilitasi rumah warga ini menjadi salah satu upaya Pemkot Bekasi mendukung program nasional 3 juta rumah yang digagas pemerintah pusat.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, target 3.000 unit Rutilahu masih dalam tahap pembahasan dan belum dapat direalisasikan secara maksimal.
“Tahun ini kita rencanakan 3 ribu unit masih kita godok dan belum terealisasi. Baru terealisasi 100 unit yang sudah ada,” ujar Harris di Bekasi, Selasa (1/9).
Menurut Harris, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam mempercepat pelaksanaan program tersebut. Kondisi ini turut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran yang membuat ruang fiskal Pemkot Bekasi menjadi lebih terbatas.
“Ya memang kendala kita ada didana. Karena memang ada efisiensi anggaran jadi agak repot,” katanya.
Meski demikian, Pemkot Bekasi tetap berupaya agar program perbaikan rumah warga dapat berjalan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mencari sumber pembiayaan alternatif melalui keterlibatan pihak swasta.
Pemkot Bekasi menggandeng Bank BJB melalui program corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pelaksanaan rehabilitasi rumah tidak layak huni.
“Program rutilahu kita laksanakan. Kita juga bekerjasama dengan Bank BJB melalui program CSR untuk program ini,” tutupnya. (rez)











