Berita Bekasi Nomor Satu

Video 11 Detik Viral, Kades Lambangsari dan Politisi PDIP Beri Klarifikasi

KLARIFIKASI: Pasangan suami istri Arif dan Pipit Haryanti memberikan klarifikasi terkait video viral 11 detik. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Potongan video berdurasi 11 detik yang memperlihatkan seorang perempuan dan pria berada di dalam lift apartemen viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Video tersebut beredar disertai narasi yang menuding seorang kepala desa dan politisi tengah bermesraan.

Belakangan diketahui, perempuan dalam video tersebut yakni Kepala Desa Lambangsari, Pipit Haryanti. Sementara pria yakni politisi PDI Perjuangan, Tigor Doris Sitorus.
Keduanya memberikan klarifikasi terkait video yang beredar tersebut.

Tigor menjelaskan, rekaman tersebut terjadi pada 2024. Ia membantah narasi yang menyebut dirinya tengah bermesraan dengan Pipit Haryanti.

Menurut Tigor, keberadaannya bersama Pipit di dalam lift terjadi setelah keduanya menghadiri pertemuan untuk membahas persoalan hukum bersama seorang rekan.

“Kehadiran saya saat itu atas undangan Bu Pipit untuk berdiskusi membantu permasalahan hukum rekan kami, Ibu Ino Herawati (Kades Karangrahayu),” ujar Tigor, Kamis (3/9).

Lebih lanjut, Tigor menjelaskan, gestur merangkul pundak yang terlihat dalam potongan video tersebut terjadi secara spontan.

“Gestur merangkul pundak yang terlihat sekilas hanyalah sapaan spontanitas khas kekeluargaan dan bentuk dukungan dorongan moral, seperti seorang kakak kepada adiknya,” ujar Tigor.

Ia turut mempersoalkan durasi video yang beredar. Menurutnya, rekaman tersebut telah dipotong sehingga hanya bagian berdurasi 11 detik yang disebarluaskan.

Tigor mengatakan, dirinya bersama Pipit berada di dalam lift selama sekitar tiga menit karena sempat terjadi gangguan teknis pada pintu lift.

“Video 169 detik sisanya dipotong karena pembuat narasi takut menunjukkan konteks awal dan akhir yang sebenarnya profesional. Ini adalah cara murah untuk mengubah sapaan rekan menjadi tuduhan mesum,” katanya.

Tigor menduga beredarnya kembali rekaman lama tersebut berkaitan dengan dinamika politik di tingkat desa. Ia menyebut Pipit Haryanti berencana kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lambangsari periode 2026–2034.

Klarifikasi juga disampaikan Arif, suami Pipit Haryanti. Arif mengatakan dirinya mengetahui aktivitas dan agenda konsultasi hukum yang dijalankan istrinya saat kejadian tersebut berlangsung pada 2024.

KLARIFIKASI: Pasangan suami istri Arif dan Pipit Haryanti memberikan klarifikasi terkait video viral 11 detik. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

Arif menyayangkan beredarnya video yang menurutnya telah menimbulkan tafsir negatif. Ia juga menduga penyebaran video tersebut berkaitan dengan kepentingan politik menjelang Pilkades Lambangsari.

“Saya sebagai suami menegaskan bahwa isi video tersebut tidak seperti yang ditafsirkan secara negatif. Saya tahu betul kegiatan istri saya dan hubungan rumah tangga kami sangat solid. Ini adalah tindakan keji dan fitnah besar yang sengaja diproduksi untuk kepentingan politik black campaign,” kata Arif.

Arif mengimbau masyarakat Desa Lambangsari agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial. Ia juga mengajak seluruh kontestan Pilkades mengedepankan proses politik yang sehat dan bermartabat.

Sementara itu, pihak Tigor Sitorus dan keluarga Pipit Haryanti menyatakan tengah menyiapkan langkah hukum terkait penyebaran video yang dinilai telah dipotong dan narasi yang dianggap menyesatkan.

Kedua pihak berencana melaporkan akun-akun yang diduga menyebarkan berita bohong, termasuk pihak yang diduga berada di balik penyebaran narasi tersebut, atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran ketentuan UU ITE. (ris)