RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik untuk menentukan kelanjutan pembelajaran siswa setelah penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, Rabu (9/9/2026) dan Kamis (10/9/2026).
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pihaknya akan melihat perkembangan kondisi selama dua hari pelaksanaan PJJ. Jika kondisi semakin membaik, siswa akan didorong kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.
“Kita lihat perkembangan dua hari. Kalau memang semakin membaik tentu kita dorong anak-anak juga segera ke sekolah,” ujar Tri usai meninjau pelaksanaan PJJ di SMPN 14 Kota Bekasi.
Tri menyadari pelaksanaan PJJ memiliki sejumlah kelemahan, terutama dalam membangun interaksi antara siswa dengan teman sebaya maupun guru. Kondisi tersebut dinilai membuat proses pembelajaran tidak berjalan optimal seperti ketika siswa berada di sekolah.
“PJJ kita lihat masih banyak kelemahan. Hubungan interaksi antar teman tidak terbangun, hubungan interaksi dengan guru pun tidak ada kedekatan, karena ini sebetulnya masa-masa mereka bermain. Masa-masa mereka melakukan interaksi dengan teman-temannya,” tuturnya.
Meski demikian, Tri menilai aktivitas di luar rumah tetap dapat menjadi pilihan bagi anak-anak selama kondisi lingkungan memungkinkan. Menurutnya, interaksi dan aktivitas tersebut diperlukan agar anak tetap dapat beradaptasi dengan situasi yang ada.
“Saya kira aktivitas di luar adalahan menjadi suatu pilihan buat mereka, sehingga mereka bisa survive,” ujarnya. (oke)











