RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto buka suara terkait wacana pembangunan fasilitas lapangan sepak bola di setiap kecamatan yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, alias KDM.
Ia menyebut, pada prinsipnya Pemkot Bekasi menyambut baik program tersebut. Selain menambah fasilitas olahraga bagi masyarakat, pembangunan lapangan juga dinilai dapat memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).
Namun, menurut Tri, realisasi program tersebut sangat bergantung pada ketersediaan lahan di masing-masing wilayah.
“Akan tergantung juga kemampuan kita menyiapkan lapangannya, gitu ya. Jadi kalau memang tanahnya ada, beliau saya kira sangat baik juga ya namanya untuk membuat ruang terbuka hijau, ruang tempat bermain,” ujarnya Tri usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (10/9/2026).
Meski begitu, ia menuturkan Pemkot Bekasi tetap berkomitmen untuk merevitalisasi fasilitas olahraga publik. Salah satunya dengan rencana menata lapangan publik di wilayah Mustikajaya pada tahun depan.
Menurutnya, jika wacana pembangunan lapangan Sepak Bola di setiap Kecamatan dapat terealisasi dengan baik, ia optimis bukan tidak mungkin pembangunan lapangan di setiap kelurahan juga dapat terwujud.
“Makanya tahun depan salah satunya adalah kita merehabilitasi yang ada di Mustikajaya. Jadi kalau memang satu kecamatan bisa satu, luar biasa. Apalagi kalau satu kelurahan satu lapangan, wah keren banget,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berjanji akan membangun satu lapangan berstandar nasional di setiap kecamatan sebagai upaya untuk menciptakan ekosistem pembinaan atlet sejak dini dan memperluas akses olahraga masyarakat.
Bahkan, ia meminta pembangunan lapangan itu harus memenuhi standar kualitas permainan, dan fasilitas penunjang seperti tribun disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Satu kecamatan harus memiliki satu lapangan yang representatif berstandar nasional. Tribun dan fasilitas lainnya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Tidak perlu terlalu mewah karena pemeliharaannya mahal dan rawan kehilangan barang. Yang penting lapangannya bisa digunakan,” ujar KDM, di Bandung, Senin (24/11/2025). (zak)











