RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta pemerintah memperkuat langkah antisipasi dampak El Nino, terutama untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian. Upaya tersebut dinilai penting menyusul potensi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Bekasi.
Menurut Syaiful, kondisi cuaca saat ini masih memberikan peluang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan sumber air yang tersedia. Terlebih, hujan mulai turun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yang diprediksi terjadi pada November.
“El Nino, kita bersyukur hujan sudah cepat dari perkiraan sebelumnya, tadinya November baru akan turun. Jadi sekarang belum terlalu, seharusnya sudah ada hujan,” ujar Syaiful usai mengukuhkan pengurus DPC PKB Kabupaten Bekasi di Cikarang Utara, belum lama ini.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengandalkan hujan semata. Ketersediaan air perlu dijaga melalui berbagai upaya, termasuk memastikan pasokan untuk lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Syaiful mencontohkan, sejumlah lahan persawahan di Kabupaten Bekasi masih bisa memperoleh pasokan air setelah pemerintah melakukan langkah antisipasi. Hal itu terlihat saat kunjungan Menteri ke wilayah Pebayuran.
“Kemarin ada kunjungan Pak Menteri di Pebayuran Kabupaten Bekasi. Ada sekian hektare sawah kita yang sudah terair,” katanya.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, pengalaman tersebut menunjukkan potensi sumber air masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengairan sawah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah pengeboran untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian
“Begitu ada instruksi, faktanya bisa. Artinya potensi air kita masih bisa digunakan untuk proses pengairan, baik melalui pengeboran dan lainnya,” katanya.
Karena itu, Syaiful meminta Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat menyiapkan langkah antisipatif. Menurutnya, pengadaan dan pengelolaan air harus menjadi prioritas agar dampak kekeringan terhadap masyarakat, khususnya petani, dapat ditekan.
“Kita berharap langkah-langkah terobosan dari pemerintah, teman-teman di Kementerian Pertanian, Kementerian PU, betul-betul mengantisipasi terjadinya El Nino yang jelas-jelas sudah dirasakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, dampak El Nino tidak hanya mengancam sektor pertanian di Pulau Jawa, tetapi juga berpotensi memicu persoalan lain di sejumlah wilayah, termasuk kebakaran hutan. Oleh sebab itu, pemerintah perlu menyiapkan berbagai terobosan untuk menjaga ketersediaan air, termasuk melalui rekayasa hujan.
“Di luar Jawa yang parah, sampai ada kebakaran hutan dan seterusnya. Dalam situasi yang semacam itu, langkah terobosan pengadaan air betul-betul sangat diperlukan, mulai dari rekayasa hujan dan seterusnya,” jelasnya. (pra)











