Berita Bekasi Nomor Satu

DPRD Dorong Tirta Patriot Dongkrak PAD hingga Tiga Kali Lipat

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi III DPRD Kota Bekasi mendorong Perumda Tirta Patriot meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga tiga kali lipat. Target tersebut dinilai layak setelah Pemerintah Kota Bekasi menguasai sepenuhnya kepemilikan badan usaha milik daerah (BUMD) penyedia layanan air bersih itu.

Sebelumnya, kepemilikan dan pengelolaan layanan air di Kota Bekasi masih melibatkan Perumda Tirta Bhagasasi. Kini, Tirta Patriot telah menguasai layanan di 12 kecamatan dengan kepemilikan penuh oleh Pemkot Bekasi.

“Harus dua kali lipat, kalau bisa tiga kali lipat PAD dari Tirta Patriot, karena sebelumnya hanya beberapa titik yang kita (Pemkot Bekasi) miliki, sekarang sudah 100 persen di 12 kecamatan, enggak ada lagi milik dari pada Bhagasasi,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, kepada Radar Bekasi, Senin (19/10/2026).

Meski demikian, Muin mengaku belum mengetahui secara pasti besaran PAD yang disumbangkan Tirta Patriot pada tahun sebelumnya.

“Kalau itu nanti saya tanya dulu ia berapa validnya,” sambung Muin, saat ditanya perihal PAD dari Tirta Patriot di tahun sebelumnya.

Menurut Muin, dengan kepemilikan yang kini sepenuhnya berada di tangan Pemkot Bekasi, Tirta Patriot harus mampu mengoptimalkan kinerja dan meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Ia menilai perusahaan tidak lagi sekadar berfokus pada perluasan jangkauan layanan, tetapi juga harus memaksimalkan potensi yang sudah dikuasai.

“Kita harapkan sudah harus lebih maksimal lagi mendapatkan PAD, kalau pandangan saya minimal dua kali lipat,” kata politisi PAN ini.

Muin mengingatkan peningkatan pendapatan tidak boleh mengesampingkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tirta Patriot tetap harus menjaga mutu layanan meskipun seluruh sahamnya telah dimiliki Pemkot Bekasi.

“Harus tetap menjaga kualitas dan mutu terhadap pelayanan kepada masyarakat, meskipun itu sudah 100 persen sahamnya milik Pemerintah Kota Bekasi,” ungkapnya. (pra)