Berita Bekasi Nomor Satu

Tri Adhianto Sebut Minat Warga Bekasi Kerja di Luar Negeri Masih Rendah

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Minat warga Kota Bekasi untuk bekerja di luar negeri masih rendah di tengah ketatnya persaingan untuk mendapatkan kerja. Padahal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah menganggarkan Rp9 miliar untuk memfasilitasi warganya yang ingin bekerja di luar negeri.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat pembukaan bursa kerja daring melalui aplikasi Nyari Gawe, belum lama ini. Saat itu, KDM menanyakan upaya yang dilakukan Pemkot Bekasi untuk menekan angka pengangguran yang saat ini berada di angka 7,33 persen.

Menurut KDM, Pemkot Bekasi bisa memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berada di Kota Bekasi untuk melaksanakan berbagai program pelatihan kerja. Selain itu, KDM juga menyarankan agar lowongan kerja dari ribuan perusahaan di Kota Bekasi dapat dimaksimalkan.

“Dihitung jumlah pabriknya berapa, nanti dijadwal per Minggu sama pak wali,” katanya.

Angka pengangguran tahun ini memang menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Pemkot Bekasi memastikan upaya menekan angka pengangguran terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi para pencari kerja (pencaker).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran untuk memberangkatkan pencari kerja yang ingin bekerja di luar negeri. Namun, hingga saat ini, minat warganya untuk bekerja di luar negeri masih cenderung rendah.

“Kita sudah menyiapkan Rp9 miliar, tapi daya serapnya rendah, ternyata orang Bekasi minat ke luar negerinya rendah,” katanya.

Dalam kesempatan lain, Tri mengatakan Pemkot Bekasi mengajak pihak-pihak terkait, seperti perguruan tinggi, untuk bekerja sama menyediakan akses lapangan kerja. Untuk memaksimalkan kesempatan kerja di dalam kota, pemerintah juga mempermudah masuknya investasi.

“Strategi berikutnya adalah kita mempermudah proses perizinan, memberikan kepastian para investor untuk kemudian membuka lapangan pekerjaan di Kota Bekasi,” katanya.

Menurut Tri, setiap investasi yang masuk akan menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat diakses warga Kota Bekasi. Salah satu contohnya adalah proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Program tersebut akan menyerap banyak tenaga kerja dari berbagai latar belakang pendidikan, termasuk lulusan perguruan tinggi.

“Termasuk lulusan yang mempunyai kemampuan teknikal, karena dibutuhkan tenaga S1 yang latar belakangnya teknik nanti untuk mengoperasikan PSEL,” ucapnya.

Dalam penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 beberapa waktu lalu, Pemkot Bekasi menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) kembali turun hingga di bawah 7 persen. (sur)