RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Clara Shinta belakangan ini ramai diperbincangkan publik setelah dirinya secara terbuka mengungkap dugaan perselingkuhan sang suami, Alexander Assad.
Peristiwa ini mencuat setelah Clara mengunggah sebuah video di akun Instagram pribadinya, yang memperlihatkan momen ketika ia menemukan bukti mengejutkan, yaitu tangkapan layar sang suami tengah melakukan video call seks (VCS) dengan wanita lain, tanpa sensor.
Dalam video tersebut, Clara tampak sangat syok. Reaksinya spontan, ia langsung menghampiri suaminya yang saat itu sedang rebahan.
Situasi pun memanas ketika Alexander tiba-tiba merebut ponsel dari tangan Clara, seolah berusaha menghentikan rekaman atau menghindari konfrontasi lebih lanjut. Momen itu terasa begitu mentah dan emosional, memperlihatkan sisi rapuh seseorang yang baru saja dikhianati.
Meski unggahan tersebut tak bertahan lama dan sudah dihapus, potongan videonya terlanjur menyebar luas di berbagai platform media sosial. Seperti yang sering terjadi di era digital, sekali sesuatu diunggah, jejaknya sulit untuk benar-benar hilang.
Tak lama setelah kejadian itu viral, Clara akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena telah membawa masalah rumah tangganya ke ruang terbuka.
Dalam klarifikasinya, Clara menegaskan bahwa dirinya tidak berniat membuat sensasi atau drama di media sosial. Ia hanya bereaksi secara spontan di tengah kondisi emosional yang tak terkendali.
“Aku minta maaf aku bukan oversharing, tapi kalian pasti tahu rasa gemetarnya kayak apa. Pasti tahu. Dan aku juga lagi di negara orang. Aku nggak tahu aku harus ngapain dan gimana,” tulisnya, menggambarkan betapa bingung dan terpukulnya ia saat itu.
Baca Juga: Clara Shinta Pergoki Suami VCS dengan Wanita Lain, Video Tanpa Busana Tersebar!
Fakta lain yang turut memperkeruh situasi adalah waktu kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar dari salah satu akun TikTok, momen video call seks itu terjadi pada 2 Maret 2026, yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
Hal ini sontak memicu reaksi beragam dari warganet. Banyak yang menyayangkan kejadian tersebut, terlebih karena terjadi di bulan yang dianggap suci oleh umat Muslim.
Komentar-komentar pun bermunculan, mulai dari yang bernada heran hingga kecaman. Ada yang menyebut tindakan tersebut sebagai “red flag banget,” sementara yang lain menyoroti waktunya, “2 Maret mah masih bulan puasa gak sih,” hingga komentar singkat yang menggambarkan rasa ngeri atas kejadian itu.
Kasus ini tidak hanya membuka perbincangan soal perselingkuhan, tetapi juga tentang batas privasi di era media sosial. Di satu sisi, publik merasa dekat dan ingin tahu.
Di sisi lain, ada konsekuensi besar ketika masalah pribadi menjadi konsumsi umum. Apa pun itu, yang jelas, Clara Shinta sedang berada di titik sulit dalam hidupnya, dan publik kini menjadi saksi dari salah satu momen paling rentan yang pernah ia alami. (ce2)









