RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan telah berlalu. Kepergian bulan Ramadhan tidak hanya menyisakan kenangan yang begitu indah tetapi juga harus memberikan perubahan yang nyata. Setiap amal ibadah yang dikerjakan di bulan Ramadan kemarin, hendaknya terus menerus diistiqamahkan meskipun Ramadan itu telah berlalu.
Rasulullah SAW bersabda, ‘Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus, walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim). Melalui hadits ini, kita dapat memahami bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah bukanlah seberapa banyak amal ibadah yang dikerjakan, melainkan keberlangsungan amal ibadah tersebut. Karena beribadah bukanlah hanya dalam waktu atau pada bulan tertentu, tetapi beribadah untuk sepanjang hidup.
Para ulama telah menjelaskan bahwa di antara tanda diterimanya amal ibadah seorang muslim, apabila ia mampu istikamah dalam kebaikan setelahnya. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali, dalam kitab Lathaiful Ma’arif, beliau menuturkan, “Siapa yang melakukan suatu amal ibadah dan telah selesai melaksanakannya, maka tanda diterimanya amal ibadah tersebut yaitu diiringi dengan amal ibadah yang lain.”
Istikamah bukan berarti harus melakukan ibadah sebanyak-banyaknya, tetapi yang dimaksud dengan istikamah adalah konsisten dalam ibadah meskipun sedikit.
Istikamah merupakan kunci meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dalam Al-Quran telah diterangkan bahwa orang-orang yang istikamah tidak akan merasa takut dan bersedih hati. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun para malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Fushshilat ayat 30). (*)