Berita Bekasi Nomor Satu

Wajib Tahu! Syarat Hewan Kurban yang Sah Sesuai Syariat Agama untuk Idul Adha 2026

Cara Memilih Hewan Kurban Agar Ibadah Sah. Foto: Freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha, gema takbir mulai terasa, dan tradisi kurban menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.

Ibadah kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus memiliki dampak sosial yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Agar ibadah Anda sah dan diterima, pemilihan hewan kurban menjadi langkah awal yang krusial. Merujuk pada panduan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Nahdlatul Ulama (NU), berikut adalah ulasan mendalam mengenai tips praktis memilih hewan kurban yang baik.

8 Tips Praktis Memilih Hewan Kurban yang Layak

1. Pastikan dari Jenis Hewan Ternak

Sesuai tuntunan agama, hewan yang diperbolehkan untuk kurban adalah hewan ternak (Bahimatul Al-An’am). Di Indonesia, jenis yang umum digunakan adalah sapi, kerbau, kambing, dan domba.

2. Cek Kondisi Kesehatan secara Fisik

Kesehatan adalah syarat mutlak. Perhatikan ciri-ciri hewan yang sehat berikut ini:

Postur: Berdiri tegap dan kaki menapak sempurna.

Mata: Cerah, jernih, dan tidak belekan.

Cermin Hidung: Basah (bukan karena flu), permukaan hidung tidak kering.

Mulut & Lidah: Bersih dari luka/keropeng, lidah tidak menjulur, dan tidak berliur berlebihan.

Bulu & Kulit: Rambut bersih, cerah alami, dan tidak ada kelainan kulit.

3. Pastikan Hewan Cukup Umur

Umur menjadi penentu sah atau tidaknya kurban. Cara paling mudah adalah dengan melihat catatan kelahiran atau metode cek gigi:

Kambing/Domba: Minimal 1 tahun (masuk tahun ke-2). Ditandai dengan sepasang gigi susu depan yang telah tanggal (poel).

Sapi/Kerbau: Minimal 2 tahun (masuk tahun ke-3).

4. Pastikan Hewan Tidak Cacat

Hewan kurban tidak boleh memiliki cacat yang mengurangi kualitas daging atau menyiksa hewan tersebut. Hindari hewan yang buta, pincang, daun telinga rusak parah, atau ekor yang terputus sebagian besar.

Baca Juga: Idul Adha 2026 Kapan? Cek Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Disini

5. Pastikan Hewan Tidak Kurus

Pilihlah hewan yang memiliki nafsu makan baik dan lincah. Hewan yang aktif dan rakus saat diberi makan biasanya memiliki kondisi fisik yang gemuk dan simpanan daging yang cukup untuk dibagikan.

6. Perhatikan Tekstur Kotoran

Kesehatan pencernaan bisa dilihat dari kotorannya. Hewan yang sehat memiliki kotoran yang tidak lembek/cair (diare) dan tidak terlalu kering. Kotoran yang normal akan tetap mempertahankan bentuknya saat jatuh ke tanah.

7. Kelengkapan Dokumen Legalitas

Pastikan hewan yang Anda beli memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas terkait. Dokumen ini adalah jaminan tertulis bahwa hewan tersebut telah diperiksa oleh tenaga medis veteriner dan bebas dari penyakit menular.

8. Pilih Lokasi Pembelian yang Tepat

Hindari membeli hewan yang diternak di dekat tempat pembuangan sampah (TPA). Hewan yang memakan sampah berpotensi mengandung logam berat atau bahan berbahaya. Pilihlah lokasi penjualan yang bersih dan jauh dari polusi udara agar hewan tidak stres.

Ringkasan syarat sah hewan kurban adalah bahwa hewan yang dikurbankan harus berasal dari jenis sapi, kerbau, kambing, domba, atau unta; telah mencapai usia minimal yaitu:

– sapi 2 tahun

– kambing 1 tahun

– unta 5 tahun

– memiliki kondisi fisik yang sehat

– tidak buta

– tidak pincang

– tidak sakit

– serta tidak sangat kurus dan berasal dari kepemilikan yang sah (bukan hasil curian) serta bukan termasuk hewan pemakan najis (jallalah).

Baca Juga: Baru Saja Menyantap Daging Idul Adha? Redam Kolesterol dengan 4 Sayuran Ini

Hewan Jallalah atau hewan yang lama terkurung dan hanya memakan kotoran dilarang untuk dikurbankan karena berisiko membawa penyakit bagi manusia yang mengonsumsinya.

Dengan memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, kita tidak hanya menyempurnakan ibadah pribadi, tetapi juga memberikan hadiah terbaik bagi sesama yang menerimanya. Selamat berkurban! (mna)