Berita Bekasi Nomor Satu

TPS3R Sumurbatu Jadi Proyek Percontohan Nasional

SOSIALISASI: Pengelola TPS3R Sumurbatu bersama Ketua APPI Bagong Suyoto dan perwakilan DLH Kota Bekasi saat menyosialisasikan tata kelola dan keselamatan kerja.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Keberadaan TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) didorong jadi garda depan untuk menanggulangin krisis sampah di Kota Bekasi. Untuk itu, TPS3R Sumurbatu disiapkan sebagai pilot project nasional untuk memangkas kiriman sampah ke TPA.

Ketua Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI), Bagong Suyoto, menyebut penguatan TPS3R menjadi strategi mendesak untuk mengatasi beban sampah yang kian menumpuk, khususnya di wilayah Bantargebang.

“TPS3R Sumurbatu kita dorong masuk skema pilot project nasional. Karena itu kami gandeng Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya, Rabu (29/4).

Saat ini, fasilitas tersebut sudah beroperasi, namun kinerjanya dinilai belum maksimal. Dari total sampah yang masuk, baru sekitar 60 persen yang berhasil diolah, sementara 40 persen sisanya masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Targetnya bisa menekan hingga 70 persen. Artinya, masih ada pekerjaan besar, terutama pengolahan sampah organik yang belum optimal,” kata Bagong.

Untuk mempercepat perbaikan, pengelola TPS3R Sumurbatu bersama sejumlah TPS3R lain di Bantargebang mendapat pelatihan tata kelola dan keselamatan kerja (K3). Program ini dikawal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi dan Bank Sampah Induk Patriot.

Pengelola TPS3R Sumurbatu, Kikim Mulyana, menegaskan pihaknya siap berbenah agar fasilitas tersebut tak sekadar aktif, tetapi benar-benar efektif.

“Kami ingin kualitas pengolahan meningkat, dari yang mungkin baru 50 persen menjadi maksimal,” ujarnya.

Selain mengurangi volume sampah, operasional TPS3R juga memberi nilai ekonomi bagi warga. Saat ini terdapat 16 pemilah sampah yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.(sur)