RADARBEKASI.ID, BEKASI – Susunan kepengurusan Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi menjadi bahan diskusi serius di tingkat pusat pasca pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) beberapa waktu lalu.
Pasalnya, Kabupaten Bekasi akan dijadikan contoh bagi kabupaten/kota lain dalam merebut kursi legislatif pada 2029. Alhasil, meski sudah ditentukan ketua terpilih, Surohman, pimpinan partai di tingkat pusat tak kunjung mengeluarkan SK.
Ketua Exco Partai Buruh Jawa Barat, Suparno mengatakan, di tingkat pusat, pimpinan partai masih mendiskusikan bentuk struktur yang tepat untuk Kabupaten Bekasi, karena akan dijadikan contoh bagi daerah lain.
Oleh karena itu, kata dia, susunan kepengurusan masih harus dibahas hingga tingkat nasional, terutama terkait strategi agar pada 2029 bisa menjadi rujukan daerah lain, khususnya dalam perolehan kursi legislatif.
“Kita diskusi secara makro tentang bagaimana Partai Buruh di Kabupaten Bekasi. Kalau bagi Buruh itu siapa pun yang memimpin enggak jadi soal, yang penting strukturnya itu harus bagaimana orang-orang yang mau bekerja,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (20/5).
Seperti diketahui, dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, hanya Kabupaten Bekasi yang berhasil mendapatkan kursi legislatif pada Pemilu 2024. Perolehan ini menjadi barometer bagi daerah lain.
Politikus yang juga Presiden FSPMI itu menegaskan, pemimpin partai di Kabupaten Bekasi harus sosok yang benar-benar memahami buruh. Hal itu penting agar basis buruh tidak berpaling ke partai lain.
“Sosok pemimpin di Kabupaten Bekasi harus paham betul tentang perburuhan, karena jangan sampai pemimpin enggak ngerti perburuhan, yang akhirnya buruh justru berpaling. Jadi tidak harus Plt, juga bukan tidak boleh Plt, berarti Plt pun sah-sah saja. Bulan ini selesai diskusi untuk Kabupaten Bekasi,” katanya.
Ia memastikan, belum keluarnya SK untuk Kabupaten Bekasi bukan karena menunggu kesiapan Plt Bupati Bekasi atau pihak lainnya.
“Jadi bukan tentang siapa yang memimpin, tetapi kita cari sosok kepemimpinan yang paham tentang Buruh, mau Plt Bupati, Surohman, bagi teman-teman Buruh itu bukan siapa orangnya. Tapi strategi apa yang akan dipakai di 2029,” ungkapnya. (pra)











