RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kota Bekasi mulai memperketat pengawasan di sejumlah pasar tradisional menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan pembaruan data perdagangan, nilai tukar rupiah pada Kamis (21/5) tercatat melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.655 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.654 per dolar AS.
Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, mengungkapkan pelemahan rupiah turut berdampak terhadap harga sejumlah komoditas seperti kedelai, gandum, dan bahan pangan impor lainnya.
“Sejauh ini upaya dari Disdagperin adalah menjaga kestabilan harga bahan pokok dilapangan, melalui rapat seminggu sekali melalui rakor inflasi,” ujar Ika.
Meski demikian, ia menyebut hasil pemantauan sementara di lapangan belum menunjukkan adanya lonjakan harga yang signifikan terhadap bahan pangan impor maupun kebutuhan pokok lainnya di pasar Kota Bekasi.
“Tetapi kami tetap melakukan penyisiran terkait harga harga bahan pokok apa saja, yang berpotensi memiliki kenaikan harga bahan dilapangan imbas adanya kenaikan harga dollar,” jelasnya.
Ika menambahkan, melemahnya rupiah juga berpotensi memengaruhi stabilitas harga menjelang momentum Hari Raya Idul Adha. Menurutnya, permintaan masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok biasanya meningkat pada periode hari besar keagamaan.
“Terutama seperti turunan cabai dan seluruh kebutuhan bahan pokok lainnya, yang berpotensi akan mengalami kenaikan harga bahan pokok. Pada agenda agenda besar hari keagamaan, yang dimana bahan itu memang diperlukan secara kebutuhan oleh masyarakat,” sambungnya.
Lebih lanjut, Disdagperin mencatat harga cabai rawit merah di sejumlah pasar Kota Bekasi masih bertahan di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Harga tersebut masih berfluktuasi pasca momentum Idulfitri. (zak)











