Berita Bekasi Nomor Satu

Publik Rasakan Ekonomi Memburuk  

ILUSTRASI: Pencari kerja. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Mayoritas responden menilai kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Lonjakan harga kebutuhan pokok, sulitnya mencari pekerjaan, hingga melemahnya daya beli menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi nasional tengah berada dalam tekanan.

Hal itu tergambar dari polling media sosial yang digelar Grup Indo Satu Media melalui platform Instagram dan TikTok pada 18–21 Mei 2026. Polling tersebut melibatkan delapan media di bawah jaringan Indo Satu Media, yakni Metropolitan, Metro Bogor, Radar Bekasi, Radar Depok, Radar Cianjur, Radar Bandung, Radar Sukabumi, dan Pojoksatu.

Dari total 2.652 pemilih pada pertanyaan mengenai kondisi perekonomian nasional, sebanyak 2.135 responden atau 80,51 persen menyatakan ekonomi Indonesia dalam kondisi buruk. Sementara itu, 513 responden atau 19,34 persen menilai kondisi ekonomi masih baik. Adapun pilihan lainnya dipilih empat responden atau 0,15 persen. Polling tersebut menjangkau 35.479 akun media sosial.

Dalam polling lainnya, mayoritas responden juga menilai kondisi ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh terus melemahnya dolar terhadap rupiah. Dari total 2.192 pemilih, sebanyak 1.721 responden atau 78,51 persen menjawab “ya”, sedangkan 470 responden atau 21,44 persen menjawab “tidak”. Hanya satu responden atau 0,05 persen yang memilih opsi lainnya. Polling ini menjangkau 29.311 akun.

Ketika ditanya mengenai tanda kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, mayoritas responden menilai sulitnya mencari pekerjaan menjadi indikator utama. Sebanyak 737 responden atau 56,48 persen memilih opsi “kerja susah”, sedangkan 559 responden atau 42,84 persen menilai kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi tanda utama melemahnya ekonomi.

Sebanyak sembilan responden atau 0,69 persen memilih jawaban lainnya. Polling ini diikuti 1.305 pemilih dengan jangkauan 27.944 akun.

Sementara itu, pada pertanyaan mengenai langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi Indonesia, mayoritas responden memilih pergantian pejabat. Dari total 1.529 pemilih, sebanyak 904 responden atau 59,12 persen memilih opsi “ganti pejabat”.

Sedangkan 606 responden atau 39,63 persen memilih “ganti kebijakan”. Sebanyak 19 responden atau 1,24 persen memberikan jawaban lainnya. Polling ini menjangkau 27.636 akun media sosial.

Secara keseluruhan, polling Grup Indo Satu Media mencatat total 6.947 suara dengan total jangkauan mencapai 168.235 akun media sosial.

Berdasarkan data per media, Radar Cianjur menjadi media dengan jumlah partisipasi tertinggi, yakni 2.863 suara dan 92.715 tayangan. Disusul Pojok Seleb dengan 839 suara dan 17.928 tayangan, serta Pojoksatu yang memperoleh 769 suara dengan 19.430 tayangan.

Sementara itu, Radar Bekasi mencatat 525 suara dan 4.772 tayangan, Radar Bandung memperoleh 523 suara dengan 12.636 tayangan, serta Metropolitan mengumpulkan 533 suara dengan 7.214 tayangan.

Adapun Metro Bogor mencatat 462 suara dan 6.449 tayangan, Radar Sukabumi memperoleh 290 suara dengan 5.517 tayangan, sementara Radar Depok mencatat 143 suara dengan 1.574 tayangan.

Hasil polling ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, terutama terkait lapangan pekerjaan, kenaikan harga kebutuhan, serta harapan publik terhadap langkah pemerintah dalam memperbaiki kondisi ekonomi ke depan.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Indo Satu Media Grup Azzam menilai hasil polling yang dilakukan jaringan Indo Satu Media Grup menunjukkan adanya keresahan publik yang cukup kuat terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini.

Menurutnya, mayoritas responden menilai situasi ekonomi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, terutama terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan dan meningkatnya tekanan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Polling ini menunjukkan adanya keresahan publik yang cukup kuat terhadap kondisi ekonomi saat ini. Mayoritas responden menilai situasi ekonomi belum membaik, terutama karena sulitnya mencari pekerjaan dan meningkatnya tekanan kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, hasil polling tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Temuan ini menjadi gambaran bahwa masyarakat berharap ada langkah konkret dan cepat dari pemerintah untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa polling tersebut merupakan bagian dari persepsi publik di media sosial. Namun, menurutnya, hasil polling tetap penting sebagai bahan masukan bagi para pemangku kebijakan.

“Meski polling ini bersifat persepsi publik di media sosial, hasilnya tetap penting sebagai masukan dan cerminan aspirasi masyarakat saat ini,” tandasnya. (*)