Berita Bekasi Nomor Satu

Korban Dugaan Penipuan WO Marwah Catering Service Bertambah

Kantor Marwah Catering Service di Cakung. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Korban dugaan penipuan yang dilakukan Wedding Organizer (WO) Marwah Catering Service (MCS) bertambah. Total kerugian para calon pengantin diperkirakan mendekati Rp 4 miliar.

Hasil itu dihitung dari puluhan pasangan calon pengantin yang diketahui jadi korban usai menyetorkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Pasalnya, setelah pasangan Feny Indah Fitria Ichawana dan Rinaldy Zullfi Setyawan yang gagal menggelar pesta pernikahan mereka di Islamic Centre Bekasi pada Sabtu (23/5), korban lain WO Marwah Catering Service terus bermunculan.

BACA JUGA: Islamic Centre Bekasi Blacklist WO Marwah Catering Service Buntut Dugaan Penipuan

Hasil itu didapati setelah korban melakukan pelaporan ke Polres Jakarta Timur. Korban Rinaldy mengaku telah menyerahkan seluruh bukti pembayaran dan dokumen kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

“Laporan (di Polres Jakarta Timur) sudah selesai semua. Bukti-bukti juga sudah kami serahkan ke polisi,” ujarnya.

Ia menyebut jumlah korban diduga mencapai sekitar 50 pasangan dengan jadwal pernikahan berbeda-beda. “Rata-rata korban lain itu acaranya belum terlaksana. Mereka baru bayar DP atau pelunasan dan tinggal menunggu hari acara saja,” katanya.

Menurutnya, para korban kini mulai saling berkomunikasi melalui media sosial dan grup percakapan untuk saling bertukar informasi terkait kasus tersebut.

BACA JUGA: Diduga Tertipu WO, Pengantin Terpaksa Hanya Gelar Akad Tanpa Resepsi di Bekasi

“Ada yang menghubungi lewat chat atau DM bilang kalau mereka juga korban Marwah (Marwah Catering Service),” ucapnya.

Rinaldy berharap pihak kepolisian segera menangkap pihak yang bertanggung jawab agar tidak ada lagi calon pengantin lain yang menjadi korban.

Korban lainnya, Afifa Fianti Ningrung (27), saat dihubungi mengaku mengalami kerugian sebesar Rp85 juta. Ia mengaku sudah melunasi pembayaran untuk acara pernikahannya yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 30 Mei 2026 di Griya Pedeka, kawasan Grand Wisata, Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Motifnya nyaris sama dengan korban sebelumnya. Afifa mengatakan, awalnya pihak WO sangat aktif berkomunikasi sebelum pelunasan dilakukan. Namun setelah pembayaran lunas, komunikasi mulai sulit dilakukan hingga akhirnya hilang kontak. Bahkan pihak gedung juga belum dilunasi termasuk sejumlah rekanan mereka.

“Dari H-7 sebenarnya respons mereka sudah mulai lambat. Sebelum pelunasan mereka aktif ngejar kami, tapi setelah lunas malah susah dihubungi,” ujar Afifa, saat dihubungi wartawan, Kamis (28/5).

Karena tidak mendapat kepastian, Afifa bersama calon suaminya, Bio Herianyo (25), akhirnya memutuskan memindahkan acara akad dan resepsi ke rumah keluarga agar pernikahan tetap berjalan meski harus mengeluarkan biaya tambahan. (rez)