RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Anton, menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi masyarakat hingga terealisasi. Bagi legislator dari daerah pemilihan (dapil) Bekasi Timur dan Bekasi Selatan itu, reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang untuk menyerap persoalan riil yang dihadapi warga sekaligus menyusun prioritas pembangunan.
Dalam kegiatan reses yang digelar di RW 16, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Anton menerima berbagai usulan yang didominasi kebutuhan perbaikan infrastruktur dasar. Warga berharap pemerintah segera meningkatkan kualitas sarana dan prasarana lingkungan yang selama ini dinilai belum memadai.
Perbaikan jalan lingkungan, pembangunan dan normalisasi drainase, hingga rehabilitasi kantor RT dan RW menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat. Menurut Anton, usulan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur dasar masih menjadi persoalan utama di lingkungan permukiman.
“Warga di dapil saya tegas menyampaikan aspirasinya dan saya katakan, saya siap memberikan bukti, bukan janji,” tegas Anton.
Ia mengatakan seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan anggaran dan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Sebagai wakil rakyat, dirinya berkewajiban memastikan setiap usulan yang dinilai prioritas mendapat perhatian pemerintah.“Mayoritas masih sama, seperti perbaikan jalan, drainase dan lainnya,” ujarnya.
Anton menuturkan, pelaksanaan reses sengaja dikemas dengan suasana yang lebih santai dan komunikatif. Menurutnya, pendekatan dialogis membuat masyarakat lebih terbuka menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi, sekaligus memudahkan anggota dewan memetakan kebutuhan yang benar-benar mendesak.“Hal ini akan lebih mencairkan suasana dan lebih mendekatkan diri ke konstituen,” katanya.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bekasi Alit Jamaludin Dorong Pemuda Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Ia menambahkan, setiap usulan yang disampaikan warga tidak serta-merta dimasukkan dalam daftar program pembangunan. Aspirasi tersebut terlebih dahulu dibahas bersama masyarakat untuk menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan manfaatnya bagi lingkungan.
Anton menegaskan pembangunan Kota Bekasi masih membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi antara warga dan wakil rakyat harus terus terjalin agar program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kota Bekasi sekarang ini masih terus melakukan pembangunan di semua aspek. Oleh karenanya, aspirasi atau usulan ini akan terus kami kawal keberlanjutannya hingga terwujud,” pungkasnya.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, DPRD, dan Pemerintah Kota Bekasi mampu mempercepat pemerataan pembangunan,”Sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga hingga ke tingkat lingkungan.”tutupnya. (adv/*)











