Berita Bekasi Nomor Satu

Viral Video dengan Narasi Aksi Begal di Bekasi Utara, Polisi Pastikan Tawuran Pelajar

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Iptu Ali Imron. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Video viral di media sosial dengan narasi aksi begal di Bekasi Utara dipastikan keliru. Polsek Bekasi Utrara mengungkap insiden di itu merupakan tawuran dua kelompok pelajar dari sekolah berbeda.

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara, Iptu Ali Imron, mengatakan polisi telah mengamankan tiga pelajar berinisial MWSC, AFRM, dan ABP untuk dimintai keterangan.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan para pelajar yang diamankan, diketahui bahwa kejadian tersebut murni perkelahian antara dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda. Sebelumnya mereka sudah janjian melalui media sosial untuk bertemu di lokasi,” kata Ali Imron dalam keterangan yang dikutip di Instagram Polsek Bekasi Utara, Minggu (26/7/2026).

Ia menjelaskan, kepanikan warga bermula saat salah seorang saksi melihat beberapa pelajar membawa senjata tajam jenis sabit. Saksi kemudian berteriak “begal” sehingga memicu kepanikan dan memunculkan narasi bahwa telah terjadi aksi pembegalan.

“Karena ada yang membawa senjata tajam jenis sabit, saksi berteriak ‘begal, begal’. Padahal setelah kami dalami, peristiwa itu merupakan perkelahian antarpelajar,” ujarnya.

Ali Imron menambahkan, hingga saat ini belum ada pihak yang melapor sebagai korban dalam peristiwa tersebut. Oleh karena itu, selain memanggil orang tua dan pihak sekolah, polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memberikan pembinaan kepada ketiga pelajar tersebut.

“Karena belum ada korban yang membuat laporan, kami menghubungi pihak sekolah dan orang tua para pelajar. Selanjutnya mereka akan kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan agar memberikan efek jera,” tuturnya.

Saat ini, polisi masih mendalami keterlibatan pelajar lain yang diduga ikut dalam perkelahian tersebut, termasuk mencari barang bukti yang diduga sempat dibuang di sekitar lokasi kejadian.

Polsek Bekasi Utara mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian. (rez)