Berita Bekasi Nomor Satu

Cegah Banjir dan Kekeringan, Pemkot Bekasi Gencarkan Gerakan 1.000 Biopori

BIOPORI: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, secara simbolis meluncurkan gerakan 1.000 lubang biopori di Perumahan Taman Persada Raya RW 01, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mulai menggencarkan gerakan 1.000 lubang biopori sebagai upaya memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mengurangi risiko banjir dan kekeringan.

Program itu diluncurkan bersamaan dengan kick off peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Taman Persada Raya RW 01, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede.

Peluncuran program dilakukan langsung Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Selain membuka rangkaian perlombaan HUT RI, Tri juga meresmikan Program Bekasi Keren Lingkungan Hidup yang mengedepankan pengelolaan sampah dan konservasi air berbasis partisipasi warga.

Camat Pondok Gede, Zainal Abidin, mengatakan gerakan tersebut menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Program unggulannya adalah gerakan 1.000 lubang biopori dengan target setiap rumah memiliki empat lubang biopori. Ini diharapkan menjadi gerakan kolektif masyarakat untuk meningkatkan daya resap air sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya, Senin (27/7).

Menurut Zainal, komitmen warga RW 01 sudah terlihat melalui pengelolaan Bank Sampah yang telah enam kali melakukan penimbangan dengan total sampah terkumpul mencapai 7,2 ton. Warga juga berhasil mengumpulkan sekitar 50 kilogram minyak jelantah dengan melibatkan 85 nasabah aktif sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular di tingkat lingkungan.

Penguatan konservasi air juga dilakukan melalui pembangunan sumur resapan sedalam 40 meter yang dipadukan dengan fasilitas pengolahan kompos untuk sampah organik. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang terintegrasi, mulai dari pengurangan sampah hingga peningkatan cadangan air tanah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi inisiatif warga Perumahan Taman Persada Raya yang dinilai mampu menghadirkan solusi lingkungan berbasis swadaya masyarakat.

“Saya mengapresiasi inisiatif masyarakat yang menggagas gerakan 1.000 lubang biopori. Ini menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari rumah tangga dan dibangun melalui semangat gotong royong,” katanya.

Tri menjelaskan, lubang biopori yang dikembangkan di kawasan tersebut dipadukan dengan sumur resapan sehingga manfaatnya lebih besar, terutama dalam menjaga ketersediaan air tanah saat musim kemarau.

Menurutnya, gerakan sederhana seperti membuat biopori, mengolah sampah organik menjadi kompos, serta mengaktifkan bank sampah merupakan investasi lingkungan yang akan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tri juga meresmikan dimulainya pertandingan olahraga HUT ke-81 RI dan meninjau fasilitas olahraga di Perumahan Taman Persada Raya. Ia berharap semangat olahraga, kepedulian terhadap lingkungan, dan budaya gotong royong terus berjalan beriringan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta tangguh menghadapi perubahan iklim.

“Gerakan ini sejalan dengan visi Kota Bekasi membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berketahanan terhadap perubahan iklim. Kami berharap dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Bekasi,” tandasnya. (pay)