RADARBEKASI.ID, BEKASI – Para ulama menerangkan makna ikhlas dengan redaksi yang berbeda-beda, meskipun sebenarnya memiliki maksud yang sama. Ada yang mengatakan bahwa Ikhlas adalah mengesakan Allah SWT ketika melakukan ibadah dalam niat dan tujuannya. Ada yang mengatakan, ikhlas artinya membersihkan ibadah dari pandangan makhluk. Ada juga yang mengatakan, Ikhlas adalah kesamaan amal perbuatan secara lahir dan batin.
Banyak dalil baik dalam Al-Qur’an maupun hadits yang menjelaskan tentang kewajiban Ikhlas dalam beramal. Dan telah menjadi ketetapan dalam syariat Islam bahwa tanpa keikhlasan, amal ibadah seorang hamba tidak akan diterima oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaan kepada-Nya (Ikhlas) dalam (menjalankan) agama.’ “ (QS. Az-Zumar ayat 11).
Sedangkan dalam hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan persekutuan. Barangsiapa melakukan suatu amalam yang dalam amalan itu dia menyekutukan selain-Ku dengan-Ku, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya.” (HR. Muslim)
Sikap keikhlasan sangat penting dimiliki oleh setiap muslim, karena Allah SWT melihat amal ibadah berdasarkan niat dan keihlasan di dalam hati. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
Sikap keikhlasan dalam hati juga dapat mendatangkan ketenangan hati dan ketentrama jiwa, karena ia telah terlepas dari pengharapan dari makhluk yang dapat menyakiti hati bahkan mengecewakan diri sendiri.
Orang yang memahami pentingnya Ikhlas tidak akan merasa kecewa Ketika hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ia menerima takdir dengan lapang dada dan percaya bahwa Allah telah menyiapkan yang terbaik baginya. Dan sifat inilah yang menjadi pondasi utama untuk meraih kebahagiaan. (*)











