Berita Bekasi Nomor Satu

Tuti Yasin Pimpin Garnita Malahayati NasDem Jabar, Bidik 50 Persen Keterwakilan Perempuan di Pemilu 2029

DPP Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem resmi melantik Tuti Nurcholifah Yasin sebagai Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat masa bakti 2025–2030. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPD Garnita Malahayati NasDem di 24 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026).

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPP Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem resmi melantik Tuti Nurcholifah Yasin sebagai Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat masa bakti 2025–2030. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus DPD Garnita Malahayati NasDem di 24 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Sabtu (22/8/2026).

Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, Andina Thresia Narang, mengatakan kepengurusan baru Garnita Malahayati Jawa Barat memiliki peran penting dalam memperkuat keterlibatan perempuan di dunia politik sekaligus mendukung target Partai NasDem menghadapi Pemilu 2029.

Menurut Andina, keterwakilan perempuan dalam politik tidak cukup hanya untuk memenuhi ketentuan kuota pencalonan. Garnita harus menjadi ruang untuk mempersiapkan perempuan yang memiliki kapasitas dan kesiapan untuk berkompetisi sekaligus memenangkan kontestasi politik.

“Kami sudah mencapai lebih dari 30% untuk caleg perempuan di DPR RI dan DPRD Provinsi. Itu bukan masalah bagi NasDem, tetapi bagaimana 30% ini menjadi titik awal untuk kami bisa mencapai 50% keterwakilan,” ujar Andina, dikutip dari laman resmi DPP Partai NasDem.

Ia menilai Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam upaya meningkatkan keterwakilan perempuan. Karena itu, kepemimpinan Garnita Malahayati Jabar di bawah Tuti Nurcholifah Yasin diharapkan mampu memperkuat kaderisasi dan membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi dalam politik.

Andina optimistis Garnita Malahayati Jabar dapat menjalankan mandat tersebut meski setiap daerah memiliki tantangan politik yang berbeda. Penguatan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota menjadi bagian penting untuk membangun basis kader perempuan yang lebih kuat.

Sementara itu, Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat Tuti Nurcholifah Yasin menegaskan bahwa perempuan tidak boleh hanya hadir sebagai pelengkap dalam kontestasi politik.

Menurut Tuti, target keterwakilan perempuan harus diikuti dengan proses seleksi dan penguatan kapasitas yang serius. Perempuan yang dipersiapkan untuk maju dalam kontestasi politik harus memiliki kompetensi sekaligus peluang untuk memenangkan pemilihan.

“Garnita tidak ingin perempuan hanya ditempatkan sebagai pelengkap. Target kita untuk pemilu berikutnya bukan hanya 30% kuota perempuan,” tegas Tuti.

Ia mengatakan Garnita Jabar akan mendorong proses kaderisasi dan penyaringan calon legislatif perempuan agar perempuan yang diusung benar-benar memiliki kapasitas serta kesiapan untuk berkompetisi.

“Mudah-mudahan Garnita bisa mem-filter caleg-caleg yang memang bisa kita dudukkan. Kita tidak mau hanya menghitung berapa perempuan yang masuk ke parlemen, tapi berapa banyak perempuan yang bisa kita hantarkan ke sana,” pungkasnya.

Pengukuhan kepengurusan Garnita Malahayati di 24 kabupaten/kota menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat basis kader perempuan di Jawa Barat. Langkah tersebut sekaligus menjadi persiapan menghadapi Pemilu 2029 dengan mendorong lebih banyak perempuan yang siap dan mampu bersaing dalam kontestasi politik. (oke)