RADARBEKASI.ID, BEKASI – Persoalan santunan bagi keluarga korban tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur kembali mencuat.
Salah satu keluarga korban, Surya, mendatangi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM saat berada di Gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jumat (4/9/2026).
Surya merupakan suami dari Ida Nuraida, satu dari 16 korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
Momen tersebut terjadi usai KDM memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Saat KDM hendak meninggalkan lokasi, Surya menghampiri dan menanyakan kepastian bantuan yang sebelumnya disebut akan diberikan kepada keluarga korban.
“Ya saya mau nanya soal santunan sama pak KDM,” kata Surya.
Mendengar hal tersebut, KDM langsung berkomunikasi dengan Surya untuk mengetahui persoalan yang dialaminya. KDM kemudian meminta Surya menyerahkan data alamat dan identitas kepada asistennya untuk ditindaklanjuti.
“Kan sifatnya saya membantu, dan sifatnya empati saya, makanya dari data yang saya punya, saya anterin, waktu itu saya mau hampiri tapi jenazahya udah ada yang dibawa ke Jawa Tengah, nanti bapak infokan bapa yang dimana, tinggal dimana, kasih ke asisten saya,” ujar KDM.
Setelah pertemuan tersebut, KDM memberikan penjelasan melalui video yang diunggah di akun media sosial pribadinya.
KDM mengaku sebelumnya merasa seluruh keluarga korban yang tercatat dalam datanya telah menerima bantuan. Namun, setelah bertemu Surya, ia mengetahui masih ada keluarga korban yang belum mendapatkan bantuan.
“Bisa jadi saat itu saya merasa berdasarkan data yang saya miliki, saya sudah menyampaikan. Ternyata ada korban-korban berikutnya yang tidak sempat sampainya data pada saya pada saat itu,” papar KDM.
KDM memastikan bantuan tetap akan diberikan kepada keluarga korban yang belum menerimanya.
“Tetap kami akan memberikan bantuan. Kami sudah memverifikasi berapa jumlah korbannya yang belum mendapat bantuan. Hari ini kami lagi minta data alamatnya dan KTP-nya untuk segera diberikan bantuan susulan,” ujar KDM.
KDM mengatakan bantuan susulan tersebut dijadwalkan diberikan pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Namun, apabila keluarga penerima tidak dapat hadir pada Minggu, pemberian bantuan dapat ditunda hingga Senin (7/9/2026).
“Tapi kalau keluarganya minta hari Senin, juga tidak ada masalah. Nanti kami berikan waktunya hari Senin, satu keluarganya diberikan Rp50 juta,” pungkasnya. (rez)











