Berita Bekasi Nomor Satu

Jalan M Yamin Pasar Baru Segera Diperbaiki

DITATA ULANG: Kondisi Jalan Mohammad Yamin pascapenertiban PKL bakal mendapatkan penataan ulang dari Pemkot Bekasi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jalan Prof Mohammad Yamin, kawasan Pasar Baru Bekasi, mulai dikosongkan dari pedagang kaki lima (PKL). Seiring itu, alat berat mulai terlihat di lokasi. Kondisi tersebut menjadi sinyal perbaikan jalan dan drainase di kawasan sekitar Pasar Baru Bekasi Timur segera dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mengatakan berdasarkan koordinasi dengan Pemkot Bekasi, penataan drainase dan perbaikan Jalan Mohammad Yamin semestinya dapat segera dimulai setelah ruas jalan tidak lagi dipenuhi pedagang.

“Seharusnya sudah bisa. Waktu kita koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, drainase hari itu akan segera dirapikan, lalu jalannya segera diperbaiki,” ungkap Arif, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, penataan PKL dan kawasan sekitar Pasar Baru Bekasi Timur merupakan langkah positif yang perlu didukung. Namun, penataan tersebut harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana di lokasi relokasi agar pedagang tetap dapat beraktivitas dengan layak.

Dengan penataan yang berjalan, Arif berharap Jalan Mohammad Yamin dapat dikembalikan sesuai fungsi utamanya sebagai akses lalu lintas masyarakat.

Tak hanya PKL, penataan juga harus menyasar bangunan ruko di sepanjang ruas jalan tersebut. Arif meminta Pemkot menertibkan bagian bangunan yang melewati batas kepemilikan hingga memakan badan jalan.

“Kalau mereka punya atap tambahan itu sampai melewati jalan, itu bisa dibongkar. Ditata dan dirapikan, jadi sesuai batas kepemilikan mereka saja bangunan yang berdiri,” ucapnya.

Arif menyebut, persoalan relokasi pedagang sebelumnya telah dibahas bersama PT Mitra Patriot, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), serta pihak terkait lainnya. Hasil pembahasan tersebut kemudian disampaikan kepada para pedagang, termasuk dampak positif penataan dan kesanggupan pengelola pasar melengkapi fasilitas yang masih minim.

Sejumlah fasilitas menjadi sorotan, mulai dari sirkulasi udara, toilet, drainase hingga akses menuju rooftop pasar. Pengelola diminta segera membenahi fasilitas tersebut agar mampu menunjang aktivitas pedagang dan pengunjung.

“Memang masih banyak kekurangan. Pertama blower itu harus ada supaya udaranya sejuk. Kedua fasilitas toiletnya harus lebih baik, drainasenya harus baik, akses menuju rooftop juga harus sudah ada seperti lift atau tangga yang lebih baik,” ujarnya.

Pengelola pasar dan Pemkot diberi waktu satu pekan untuk menunjukkan progres pembenahan fasilitas. Khusus pembangunan lift, Arif memahami pengerjaannya membutuhkan waktu lebih panjang karena pertimbangan teknis. Namun, fasilitas lainnya diminta sudah mulai dikerjakan dalam waktu tersebut.

Tak berhenti pada fasilitas, Komisi III juga meminta pedagang mendapat keringanan biaya saat awal menempati lokasi baru. Arif mengusulkan biaya sewa tempat digratiskan selama bulan pertama.

“Berikutnya ketika menetapkan harga sewa tempat, kita dilibatkan untuk memberikan solusi harga yang terbaik, tentunya yang disanggupi oleh para pedagang,” tambahnya.

Penataan kawasan tersebut mencuat setelah pada Selasa (1/9) lalu sejumlah pedagang masih terlihat berjualan di Jalan Mohammad Yamin pada malam hari. Sehari berselang, pedagang menggelar aksi di Gedung DPRD Kota Bekasi.

Aksi tersebut kemudian berujung pada rapat Komisi III DPRD Kota Bekasi bersama pengelola pasar dan perwakilan Pemkot Bekasi untuk mencari solusi penataan sekaligus memastikan kepentingan pedagang tetap terakomodasi. (sur)