RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar BCA Business Case Competition (BBCC) pada 2026. Kompetisi yang sudah berlangsung sejak 2023 ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan lulusan baru untuk mengasah kemampuan berpikir strategis dan memahami dunia bisnis melalui studi kasus yang relevan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BBCC mengusung tema “Know the Market, Own the Game” yang mengajak generasi muda untuk memahami kondisi pasar, membaca peluang, dan menghasilkan strategi bisnis yang berdampak nyata. Melalui BBCC, peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan menghadapi berbagai tantangan bisnis, sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin bisnis masa depan.
“BBCC menjadi salah satu bentuk komitmen BCA dalam mencetak talenta muda yang siap menghadapi dinamika industri. Tahun ini kami mengajak peserta untuk tidak hanya menyelesaikan studi kasus, tetapi benar-benar memahami pergerakan pasar dan mengambil keputusan bisnis layaknya seorang pemimpin. Kami berharap BBCC 2026 dapat menjadi ruang belajar sekaligus panggung bagi anak muda Indonesia untuk menunjukkan potensi terbaik mereka,” kata Direktur BCA Lianawaty Suwono.

BBCC 2026 mempertemukan 30 finalis terbaik yang sudah terpilih dari 3000 lebih pendaftar, dari seluruh universitas di Indonesia maupun luar negeri. Sebanyak 30 finalis yang tergabung dalam 10 tim (tiga orang per tim) tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang akademik yang beragam, meliputi:
- Universitas Kristen Petra Surabaya
- Universitas Prasetiya Mulya
- Institut Teknologi Bandung
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
- Universitas Indonesia
- Universitas Katolik Parahyangan
- BINUS University
- Universitas Sumatera Utara
- Universitas Komputer Indonesia
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember
- Universitas Padjadjaran
- Ritsumeikan Asia Pacific University (Jepang)

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, BBCC 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih immersive dan kolaboratif. Para finalis tidak hanya ditantang untuk menyelesaikan kasus bisnis kaku di atas kertas, tetapi juga diajak mengeksplorasi kondisi pasar secara riil melalui rangkaian strategic challenges & quests, interactive workshops, serta mentoring & networking intensif bersama jajaran manajemen dan praktisi profesional BCA.
Melalui pendekatan ini, para peserta mendapatkan kesempatan langka untuk menguji secara langsung hipotesis dan strategi bisnis mereka di hadapan para pakar industri, sekaligus membangun jejaring profesional sebelum melangkah ke dunia kerja.
“Setiap tahun kami berusaha menghadirkan sesuatu yang baru di BBCC agar peserta mendapatkan pengalaman yang semakin kaya. Kami percaya, pengalaman ini akan membekali mereka menjadi pemimpin bisnis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga peka terhadap kebutuhan pasar,” kata EVP Human Capital Management BCA Alrianto Djunaidi. (bps/*)











