RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggelar doa bersama dengan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dipimpin langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi saat apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (14/9/2026).
Langkah tersebut sebagai bentuk empati dan dukungan moral terhadap dua anak buah kapal, satu pemandu, serta lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan aksi doa bersama ini merupakan wujud simpati mendalam dari seluruh jajaran Pemkot Bekasi dan masyarakat terhadap insan pers yang tengah menghadapi musibah tersebut.
“Ya, jadi hari ini tentu bagian daripada empati kita semua, karena bagaimanapun juga jurnalis adalah menjadi garda terdepan pada saat tentu pemerintah pada saat pengambilan-pengambilan keputusan,” ujar Tri Adhianto saat ditemui usai kegiatan.
Menurut Tri, peran pers sangat krusial dalam menyajikan informasi yang aktual, tajam, dan terpercaya saat meliput situasi krisis atau bencana. Karena itu, keselamatan para jurnalis di lapangan harus menjadi perhatian bersama.
“Karena tentu jurnalis mendapatkan informasi yang aktual, tajam, terpercaya, dan bagian dari upaya tentu kita semua untuk kemudian sama-sama hari ini kita mendoakan agar para jurnalis segera dapat diselamatkan, dapat ditemukan,” tambahnya.
Selain mendoakan keselamatan para jurnalis yang masih dalam pencarian tim SAR gabungan, Tri juga menyampaikan keteguhan hati bagi pihak keluarga yang saat ini tengah menanti kabar di rumah.
“Dan tentu juga hari ini orang tua, kemudian handai taulan yang menunggu dengan harap-harap cemas diberikan keikhlasan, diberikan kekuatan. Saya kira itu,” tutup Tri.
Hingga berita ini diturunkan, tim pencarian dan pertolongan masih terus berupaya melakukan penyisiran di sekitar area Gunung Anak Krakatau untuk menemukan keberadaan dua ABK, satu pemandu, serta kelima insan pers tersebut. (zak)











