RADARBEKASI.ID, BEKASI — Dalam rangka menjalankan fungsi industrial assistance serta memperkuat sinergi dan komunikasi dengan pengguna jasa, Bea Cukai Cikarang melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Hanes Supply Chain Indonesia pada Senin, 14 September 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Bea Cukai Cikarang dalam mendukung keberlangsungan dunia usaha sekaligus memahami secara langsung perkembangan, tantangan, serta kebutuhan industri di wilayah pengawasan.
Kegiatan CVC dilaksanakan melalui kunjungan ke dua lokasi fasilitas PT Hanes Supply Chain Indonesia yang berada di Kawasan Industri Jababeka dan Kawasan Industri Delta Silicon 8.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Bea Cukai Cikarang untuk melihat secara langsung kegiatan operasional perusahaan, sekaligus berdialog dengan pihak perusahaan mengenai proses bisnis, perkembangan kegiatan ekspor, serta berbagai dinamika yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
PT Hanes Supply Chain Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang berada dalam pengawasan Bea Cukai Cikarang dan berstatus sebagai Kawasan Berikat Mandiri (KBM).
Sebagai fasilitas yang memperoleh kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan kepabeanan secara mandiri sesuai dengan ketentuan yang berlaku, keberadaan perusahaan memiliki peran dalam mendukung kelancaran rantai pasok serta kegiatan perdagangan internasional, khususnya pada sektor industri garmen.
Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai Cikarang dan manajemen PT Hanes Supply Chain Indonesia melakukan dialog interaktif untuk membahas perkembangan perusahaan dan kondisi industri secara umum. Pembahasan tidak hanya berfokus pada aspek kepabeanan, tetapi juga mencakup tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan usaha di tengah dinamika industri garmen yang terus berkembang.
Industri garmen merupakan salah satu sektor yang memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan perdagangan internasional. Perubahan kondisi pasar global, dinamika permintaan, persaingan antarnegara, hingga tantangan dalam rantai pasok menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri agar tetap mampu mempertahankan daya saing.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, PT Hanes Supply Chain Indonesia menunjukkan performa yang positif. Perusahaan mampu mempertahankan keberlangsungan kegiatan bisnisnya dan bahkan mencatatkan tren peningkatan kegiatan ekspor. Perkembangan tersebut menjadi indikasi positif atas kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap dinamika industri sekaligus menjaga daya saingnya di pasar global.
Kepala KPPBC TMP Cikarang, I Wayan Sapta Dharma, menyampaikan bahwa kegiatan CVC merupakan bagian dari upaya Bea Cukai untuk hadir lebih dekat dengan pengguna jasa dan memahami kondisi industri secara langsung.
“Melalui Customs Visit Customer, kami ingin memastikan bahwa Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga hadir sebagai mitra dan memberikan asistensi kepada pengguna jasa. Kami berharap komunikasi dan sinergi yang terjalin dapat membantu perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan, menjaga kelancaran kegiatan usaha, serta meningkatkan daya saing, khususnya dalam mendukung kegiatan ekspor,” ungkap I Wayan.
Lebih lanjut, Kepala KPPBC TMP Cikarang mengapresiasi komitmen PT Hanes Supply Chain Indonesia dalam mempertahankan kinerja perusahaan di tengah dinamika industri garmen. Menurutnya, tren peningkatan ekspor yang dicatatkan perusahaan merupakan hal positif yang perlu terus didukung melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Kami mengapresiasi upaya PT Hanes Supply Chain Indonesia yang mampu mempertahankan kinerja dan menunjukkan tren positif dalam kegiatan ekspor. Tentunya, capaian ini perlu terus didukung dengan sinergi yang baik. Bea Cukai Cikarang siap memberikan asistensi sesuai dengan kewenangan kami agar kegiatan industri dan perdagangan dapat berjalan semakin lancar, tertib, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan CVC, Bea Cukai Cikarang juga berupaya memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi nyata yang dihadapi pengguna jasa. Pendekatan ini penting agar pelaksanaan fungsi industrial assistance tidak hanya bersifat administratif, tetapi dapat memberikan nilai tambah melalui asistensi, komunikasi, dan penyelesaian berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan kepabeanan.
Kegiatan kunjungan dan dialog secara langsung juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dua arah antara Bea Cukai Cikarang dengan pengguna jasa. Perusahaan dapat menyampaikan berbagai masukan, kendala, maupun kebutuhan yang dihadapi dalam kegiatan operasional, sementara Bea Cukai Cikarang dapat memberikan penjelasan serta asistensi sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Bagi Bea Cukai Cikarang, hubungan yang baik dengan pengguna jasa merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem layanan kepabeanan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kepastian.
Sinergi yang terjalin diharapkan dapat mendukung kelancaran arus barang, meningkatkan kepatuhan pengguna jasa, sekaligus menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.
Kegiatan CVC juga menjadi bentuk nyata kehadiran Bea Cukai di tengah dunia usaha. Dengan memahami proses bisnis dan tantangan yang dihadapi secara langsung, Bea Cukai dapat terus meningkatkan kualitas asistensi serta memastikan layanan kepabeanan mampu mendukung kebutuhan industri tanpa mengesampingkan aspek pengawasan dan kepatuhan.
Bagi perusahaan yang berorientasi ekspor, kepastian dan kelancaran proses kepabeanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi rantai pasok. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka antara Bea Cukai dan pengguna jasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Keberadaan PT Hanes Supply Chain Indonesia sebagai salah satu Kawasan Berikat Mandiri juga menunjukkan pentingnya kepercayaan dan kepatuhan dalam penyelenggaraan kegiatan kepabeanan.
Dengan dukungan pengawasan dan asistensi yang berkelanjutan, fasilitas Kawasan Berikat diharapkan dapat terus memberikan kontribusi terhadap kegiatan produksi, perdagangan, dan ekspor.
Bea Cukai Cikarang berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan para pelaku usaha di wilayah pengawasan. Melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan, Bea Cukai Cikarang siap memberikan asistensi kepada pengguna jasa dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan perdagangan dan investasi, khususnya bagi industri yang berorientasi ekspor.
Ke depan, sinergi antara Bea Cukai Cikarang dan PT Hanes Supply Chain Indonesia diharapkan dapat terus terjaga dan berkembang. Pertumbuhan perusahaan tidak hanya menjadi bagian dari keberhasilan pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan sektor industri, peningkatan ekspor, serta perekonomian nasional.
Melalui semangat “Bersama Industri, Mendorong Ekonomi Negeri”, Bea Cukai Cikarang akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi dunia usaha dengan mengedepankan pelayanan, asistensi, pengawasan, dan kolaborasi.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri, diharapkan tercipta ekosistem usaha yang semakin tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)











