Berita Bekasi Nomor Satu

Akhiri Perang, AS dan Iran Bahas Terpisah Negara Mediator

Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. Foto: Ilustrasi/Gemini AI.

RADARBEKASI.ID, TIMUR TENGAH – Perwakilan Amerika Serikat dan Iran pada Senin secara terpisah mengadakan pembahasan upaya untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah dengan negara-negara mediator.

 

Menurut kantor berita Reuters yang mengutip sumber kedua pihak, pembicaraan lebih lanjut dilaporkan akan fokus pada amandemen rencana tujuh hari yang diajukan Iran pekan lalu.

 

Tidak ada detail spesifik tentang diskusi dan formatnya yang diungkapkan.

Dilansir dari Antara Selasa (29/9), pada Senin, Axios mengutip seorang pejabat AS bahwa Presiden AS Donald Trump siap untuk melonggarkan sanksi terhadap Iran dan mencairkan dana Teheran yang diblokir jika ada “kemajuan konkret” pada kesepakatan nuklir. Namun Trump kemudian membantah laporan tersebut.

BACA JUGA: Iran Ogah Buka Perundingan dengan AS di New York

Pada saat yang sama, Reuters melaporkan, mengutip sumber, bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengecualian sanksi sementara untuk penerbangan yang mengangkut jamaah Syiah antara Iran dan Irak.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran mungkin akan mengadakan pembicaraan terpisah dengan mediator yang terlibat dalam penyelesaian konflik pada tanggal 28 atau 29 September.

 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pekan lalu, menyatakan bahwa Republik Islam menegaskan tidak akan membuat senjata nuklir.

 

Pada awal September, Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan 99,9 persen Washington akan membuat kesepakatan nuklir dengan Teheran. (jpc)