Berita Bekasi Nomor Satu

Plt Bupati Bekasi Dorong Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan, Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah

PERESMIAN: Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja saat menghadiri open house sekolah hasil revitalisasi di SDN Bojongsari 04, Kedungwaringin Jumat (16/10). IST/RADARBEKASI  

RADARBEKASI.ID,BEKASI– Revitalisasi gedung SDN Bojongsari 04, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI rampung.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, berkesempatan menghadiri langsung kegiatan open house, serta melihat sarana prasarana sekolah hasil revitalisasi tersebut.

Momentum ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bekasi.

Asep menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Sinergi ini sangat penting untuk memastikan tersedianya fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujar Asep.

Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia yang unggul harus dimulai dari pendidikan yang berkualitas. Ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta menunjang proses pembelajaran secara optimal.

Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, sekaligus mendukung pemerataan akses terhadap lingkungan belajar yang lebih baik bagi para siswa.

Puluhan Sekolah Terima Program Revitalisasi

Berdasarkan data yang dihimpun, tahun 2025 sebanyak 36 sekolah di Kabupaten Bekasi menerima program revitalisasi. Sementara, pada tahun 2026 terdapat 21 sekolah yang menerima program tersebut dan proses tengah berjalan secara bertahap.

Dari jumlah tersebut, sembilan sekolah telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS), delapan sekolah telah menerima undangan bimbingan teknis tetapi belum melaksanakan PKS, sedangkan empat sekolah lainnya masih menunggu undangan bimbingan teknis dari kementerian.

“Kita berharap program ini dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya.

SDN Bojongsari 04, Kecamatan Kedungwaringin, merupakan salah satu sekolah penerima program revitalisasi tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp 838.440.139. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan tiga ruang kelas baru beserta sejumlah kebutuhan pendukung guna menunjang kegiatan belajar mengajar.

Adapun anggaran tersebut mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru sebesar Rp724.315.029, komponen manajemen yang meliputi perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan sebesar Rp45.740.110, serta pengadaan mebelair sebesar Rp68.385.000.

Melalui kegiatan open house ini, Asep berharap hasil pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik.

“Melalui kegiatan open house ini, kita tidak hanya melihat hasil pembangunan dan perbaikan fisik sekolah, tetapi juga memastikan bahwa fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang proses belajar mengajar,” tegasnya.

Fasilitas Baru Dukung Kegiatan KBM

Asep berharap keberadaan ruang kelas baru dan fasilitas pendukung tersebut dapat meningkatkan kenyamanan serta keamanan peserta didik, mendukung kinerja para guru, dan mendorong peningkatan mutu pembelajaran di SDN Bojongsari 04.

Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga fasilitas sekolah tidak hanya berada pada pihak sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan komite sekolah, orang tua, dan masyarakat.

“Saya mengingatkan agar seluruh fasilitas yang telah dibangun dan diperbaiki dapat dijaga serta dirawat dengan baik. Tanggung jawab pemeliharaan sekolah bukan hanya berada pada pihak sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan komite sekolah, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya.(adv/and)