RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama AKBP Netty Rosdiana Siagian belakangan menjadi perbincangan publik. Perwira menengah Polri tersebut memutuskan mengakhiri pengabdiannya di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Sebelum kabar pengunduran dirinya mencuat, Netty lebih dahulu menjadi perhatian setelah komentarnya di media sosial viral. Ia sempat menyebut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah “lupa daratan”. Sindiran itu disampaikan Netty saat momen pelepasan Presiden Prabowo Subianto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Kini, perhatian publik kembali tertuju kepada sosok polwan tersebut setelah mengumumkan keputusan untuk mengakhiri masa dinas aktifnya sebagai anggota Polri.
BACA JUGA:Â Kapolri Larang Anggota Polri Gunakan Vape, Pelanggar Terancam Sanksi Disiplin
Informasi itu disampaikan Netty melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan telah mengajukan pengakhiran masa dinas aktif sebagai anggota Polri terhitung sejak 1 September 2026.
Rekam Jejak Karier AKBP Netty Rosdiana Siagian
Netty bukan sosok baru di lingkungan kepolisian. Sepanjang kariernya, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, salah satunya sebagai Penyidik Madya 2 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya
Jabatan tersebut mulai diembannya sejak September 2022. Sebelum bertugas di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Netty juga pernah dipercaya memimpin Kepolisian Sektor (Polsek) Menteng.
Perjalanan kariernya di Korps Bhayangkara telah dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Pada 2018, Netty tercatat pernah menjabat sebagai Kapolsek Sunda Kelapa dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol).
Di luar perjalanan kariernya, kehidupan pribadi Netty juga tak lepas dari sorotan. Ia diketahui merupakan istri Brigjen Pol. Puji Santosa, perwira tinggi Polri yang pernah menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Staf Utama Operasi (Karorenmin Stamaops) Mabes Polri.
Puji Santosa diketahui telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai anggota Polri pada 10 September 2026.
Tak hanya memiliki pengalaman di bidang reserse dan kewilayahan, Netty juga mempunyai rekam jejak prestasi di bidang lalu lintas. Ia pernah bertugas sebagai Kepala Unit (Kanit) Brigadir Motor (BM) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.
Dari unit tersebut, kemudian lahir komunitas motor khusus polwan bernama The Road Force Blue pada 2005. Komunitas ini awalnya beranggotakan sekitar 25 hingga 30 polisi wanita.
Kehadiran The Road Force Blue menjadi salah satu catatan tersendiri dalam perjalanan karier Netty. Pada 2009, kelompok tersebut berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus rekor dunia sebagai pasukan wanita pengawal kenegaraan pertama di dunia.
Prestasi itu membuat The Road Force Blue semakin diperhitungkan dalam berbagai kegiatan kenegaraan. Tim tersebut bahkan dipercaya menjadi bagian dari pengawalan Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam konvoi peringatan Hari Kartini pada 21 April 2011.
Tidak hanya itu, kelompok polwan tersebut juga pernah mendapat kepercayaan untuk mengawal sejumlah tokoh penting dunia dan nasional. Di antaranya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton serta jenazah Hasri Ainun Habibie, istri Presiden ke-3 RI BJ Habibie.
Atas perjalanan pengabdian dan prestasi yang diraihnya, Netty juga pernah mendapatkan penghargaan Indonesia Women Excellence Award 2021 dari Indonesia Award Magazine.
Di bidang akademik, Netty turut menunjukkan pencapaian yang membanggakan. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Hukum dengan predikat cumlaude.
Kritik Seskab TeddyÂ
Pada Januari 2025, Netty sempat memberikan kritikan pedas terhadap sikap Mayor Teddy yang tak memiliki tata krama kala berada di dekat Panglima TNI saat itu Jenderal Agus Subiyanto.
“Sudah lupa daratan,” tulisnya, pada Jumat (24/1/2025).
Komentar tersebut tercetus kala AKBP Netty melihat potongan video yang beredar di media sosial, di mana Mayor Teddy tampak berjalan melewati Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI yang merupakan jenderal bintang empat.
Dalam potongan video yang dibagikan oleh akun Instagram @paskisanya19, terlihat Mayor Teddy bersikap tak memedulikan kehadiran para pemimpin tinggi tersebut. Warganet menilai, sikap dari Mayor Teddy kurang pantas, mengingat posisi Panglima TNI berada di level setara menteri.
Dikutip dari Kaltimpost (Jawa Pos Group), potongan video tersebut diambil kala acara pelepasan keberangkatan Presiden RI Prabowo Subianto ke India yang berlangsung di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. (jpc)









