Berita Bekasi Nomor Satu

Komite Tolak Merger Sekolah

TOLAK MERGER: Orangtua siswa melakukan aksi sebagai bentuk penolakan rencana merger SDN Duren Jaya V dengan SDN Duren Jaya I dan Duren Jaya VI. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SDN Duren Jaya V bakal digabung dengan SDN Durenjaya I dan Duren Jaya VI. Nantinya, gedung sekolah di Jalan Dukuh itu akan digunakan sebagai SMPN 56 Bekasi.

Namun, rencana merger sekolah oleh Dinas Pendidikan (Disdik) ini mendapatkan penolakan dari orangtua dan komite dengan melakukan aksi di depan sekolah, Kamis (7/4).

Dengan tegas, Ketua Komite SDN Duren Jaya V Kota Bekasi Wahid Hasyim bersama orangtua siswa menolak adanya rencana merger sekolah untuk dijadikan bangunan SMPN 56 Bekasi.

“Kami mendengar berita bahwa sekolah SDN Duren Jaya V ini akan diambil alih Disdik menjadi SMPN 56 Bekasi, sehingga kami keberatan dan tidak setuju dengan adanya rencana tersebut,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (7/4).

Menurutnya, masyarakat sekitar sekolah menyambut baik adanya sekolah baru jenjang SMP. Akan tetapi bukan dengan cara mengambil alih SDN Duren Jaya V.

“Kami senang dibangun SMP negeri di wilayah ini, tapi kami tidak mau SDN Duren Jaya ini dipindah. Makanya kita ingin Disdik mencari solusi lain,” jelasnya.

Dikatakan, SDN Duren Jaya V merupakan hasil penggabungan SDN Duren Jaya XIII dengan SDN Duren Jaya V.  “Ini gedung dari reot sampe bagus, dari dua sekolah jadi tinggal satu sekolah. Terus kalo dialihkan menjadi SMPN 56 Bekasi, nama sekolah SDN Duren Jaya V tidak ada lagi dong,” katanya.

SDN Duren Jaya V telah memberikan surat penolakan kepada pihak Disdik agar membatalkan rencana penggabungan sekolah. “Kami sudah memberikan surat penolakan kepada pihak Disdik untuk membatalkan rencana tersebut. Saya di sini mengakomodir suara orang tua siswa, karena 99 persen orangtua siswa tidak setuju dengan adanya rencana tersebut,” tuturnya.

Sementara Kepala SDN Duren Jaya V Kota Bekasi Tunarso menyampaikan, sekolahnya memiliki 499 siswa. Ia mengakui ada komunikasi dengan Disdik untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

“Akan kami komunikasikan ke pimpinan agar ada solusinya,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Disdik Kota Bekasi Krisman Irwandi mengaku telah menerima surat penolakan tersebut. “Kemarin baru diterima dan baru saya baca hari ini,” ujar Krisman.

Ia membenarkan adanya rencana penggabungan SDN Duren Jaya V dengan SDN Duren Jaya I dan Duren Jaya VI. Kendati demikian, Krisman menegaskan bahwa rencana tersebut baru memasuki tahap sosialisasi kepada pihak sekolah.

“Betul memang ada rencana, tapi kami baru tahap sosialisasi. Karena tidak mungkin kami langsung merger sekolah tersebut tanpa adanya sosialisasi,” terangnya.

Adanya aksi yang dilakukan sejumlah orang tua siswa akan menjadi pertimbangan Disdik untuk mengkaji lebih lanjut rencana penggabungan sekolah.

“Kalo ngelakuin aksi gapapa itu wajar, nanti kita akan kaji sebagai bahan pertimbangan. Tentu kami juga akan memanggil perwakilan orangtua siswa sekolah untuk menilai dan mempertimbangkan kembali rencana tersebut,” tuturnya.

Menurut Krisman, rencana penggabungan sekolah merupakan niat baik Disdik untuk memenuhi fasilitas pendidikan negeri di wilayah tersebut. “Kita niatnya baik karena wilayah tersebut jauh dari SMP negeri, paling dekat itu SMPN 11 Bekasi, itu juga masih jauh pasti mereka semua kalah dengan jarak. Makanya adanya SMPN 56 Bekasi ini untuk memenuhi itu,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, SMPN 56 Bekasi membutuhkan fasilitas memadai sebagai SMP. Antaralain  gedung sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal.

“SMPN 56 Bekasi masih gabung sama SDN Duren Jaya II untuk memaksimalkan pelayanan SMPN 56 butuh gedung. Tapi jika memang dalam pertimbangan tidak jadi di merger, nanti kita pikirkan jalan terbaiknya seperti apa,” katanya.

Proses pengkajian sakan dilakukan secepatnya oleh Disdik. Sehingga sebelum pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB), permasalahan ini sudah dapat diselesaikan.

“Secepatnya kita akan tanggapi, biar sebelum PPDB masalahnya sudah selesai,” pungkasnya. (dew)