BEKACITIZENOpini

Memberdayakan Pasar Cibenda dan Pasir Kupang

Oleh : Acep Suhendar

Radarbekasi.id – Pasar merupakan salah satu tempat berlangsungnya kegiatan ekonomi rakyat. Yang mana melalui pasar inilah penjual dan pembeli saling bertemu. Salah satu pasar yang terdapat di Kabupaten Bekasi adalah Pasar Cibenda dan Pasar Pasir Kupang yang terletak di Kecamatan Serang Baru.

Dua pasar ini tetap eksis berdiri di tengah kemajuan zaman. Ancaman terhadap eksistensi kedua pasar ini bisa saja terjadi, dengan melihat kondisi yang terjadi saat ini.

Pasar tradisional yang selalu identik dengan tempat yang becek, kotor, bau dan lain sebagainya, menjadikan titik lemah.
Menjamurnya pasar retail yang identik dengan sejuta popularitasnya, belum lagi tuntutan modernisasi di era digital yang menjadikan Smartphone sebagai pasar baru bagi sebagaian masyarakat, membuat pasar trasdional terancam untuk dilupakan.

Begitu pun yang mungkin bisa saja terjadi dengan Pasar Tradisonal Cibenda dan Pasir Kupang. Dua pasar yang telah menjadi primadona para penduduk setempat itu kini telah nampak berada di sebelah toko-toko retail yang lebih modern.
Kita tidak bisa menampik bahwa fenomena modernisasi adalah sebuah ancaman bagi kedua pasar tersebut. Namun di sisi lain masyarakat juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang kian dekat. Perubahan pola pikir dan tingkah laku menjadikan perubahan bagi pola kebutuhan dan pergeseran gaya hidup masyaratkat.
Upaya yang dilakukan untuk memberdayakan Pasar Cibenda dan Pasar Pasir Kupang

Upaya yang strategis dan terarah agar tetap terjaganya kelestarian dua pasar tersebut agar tetap menunjukan eksistensinya di masa yang akan datang. Kerjasama berbagai lapisan masyarakat dalam hal ini sangatlah penting.
Karena melalui kerjasamalah setiap gagasan bisa terwujud. Upaya yang pertama yang dapat dilakukan dalam memberdayakan pasar tradisional adalah dengan melakukan peremajaan.

Pasar Pasir Kupang pernah melakukan peremajaan model pasar dengan dipindahkannya pasar tersebut dan dibangun ulang. Namun peremajaan tersebut hendaknya juga didorong oleh kesadaran para pedagang dalam merawatnya, terutama dalam hal kebersihan serta menjaga kualitas produk yang dijualnya, agar masyarakat yang berkunjung menjadi nyaman dan yakin akan produk yang belinya.
Karena melalui pasarlah banyak UMKM tumbuh. Maka yang harus kita pikirkan bahwa pasar tradisional merupakan juga penyedia lapangan kerja terbesar yang dapat menampung berbagai lapisan masyarakat dari segmen pendidikan apapun.
Di dalam pasar bukan hanya ada pedagang tetapi tukang kuli panggul hingga tukang parkir terdapat di sana. Sehingga apabila pasar tersebut lumpuh maka lumpuhlah seluruh kegiatan ekonomi pelakunya.

Upaya kedua yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kompetensi pedagang dan pengelola pasar tradisional. Saya sendiri jika pergi ke pasar yang terbayang dalam pikiran saya adalah teknik marketing yang sangat khas. Yang mana para pedagang menawarkan produknya ke setiap pengunjung yang datang “sini bu/pak mampir dulu”, “pak/bu nyari apa?, sini dulu dilihat-lihat bajunya”, “pak/bu sayurannya nih masih seger”.

Begitulah kira-kira teknik marketing para pedagang di pasar tradisional. Luar biasa memang tekniknya. Namun bisa dibayangkan jika teknik marketing yang digunakan para pedagang tradsional seperti sales MLM.
Mungkin omset yang didapatnya bisa lebih besar dari yang mereka dapat biasanya. Sehingga sangat penting bagi pedagang tradisional memilki kompetensi yang baik.

Bukan hanya pedagang yang harus memiliki kompetensi yang baik. Tetapi pengelola pasar tradisional pun perlu memilki kompetensi yang baik pula. Menejemen yang baik dalam pengelolaan pasar tradisional akan menentukan daya tarik pasar itu sendiri.

Pengelola pasar perlu memperhatikan konsep penataan tempat berjualan dan kenyamanan pengunjung pasar. Misalnya menyediakan tempat parkir khusus bagi pengunjung hal ini yang tidak ada di Pasar Cibenda.
Sehingga mengakibatkan para pengunjung menyimpan motornya secara tidak beraturan. Hal lain yang perlu diperhatikan misalnya menyedikan ruangan khusus untuk merokok. Karena tidak semua pengunjung pasar menyukai rokok.

Upaya ketiga yang dapat dilakukan adalah menciptakan pasar yang Go Green. Sering sekali kita menemukan sampah tergeletak di pasar. Hal tersebut cukup mengganggu kenyamanan para pengunjungnya. Apalagi di Pasar yang lantainya belum menggunakan keramik.

Maka akan semakin menambah ketidaknyamanan berbelanja di pasar. Alangkah baiknya jika pasar dibuatkan tempat pengelolaan limbah sampah. Pedagang pun diberikan edukasi tentang manfaat pengelolaan limbah sampah. Sampah di pasar tradisional biasanya didominasi oleh samapah organik sisa sayuran. Maka apabila dimanfaatkan sampah ini bisa dijadikan pupuk tanaman.

Upaya terakhir yang dapat dilakukan adalah menciptakan pasar tematik. Umumnya pasar merupakan tempat seseorang yang memilki kebutuhan mendesak, seperti makanan, pakaian dan lain-lain.

Berbeda dengan Mall yang kebanyakan orang berkunjung untuk mencari hiburan atau refresing. Pasar tematik ini bisa diciptakan, harapannya adalah orang berkunjung ke pasar juga sebagai sarana hiburan atau rekreasi. Akan sangat menarik jika kita berkunjung ke pasar dan menemukan tema yang berbeda setiap harinya.
Upaya-upaya ini perlu kita wujudkan tentunya dengan sinergitas setiap lapisan masyarakat. Pasar Cibenda dan Pasar Pasir Kupang adalah dua pasar yang harus kita lestarikan bersama.

Tentu masih banyak pasar-pasar di Kabupaten Bekasi yang juga perlu kita berdayakan. Karena bagaimana pun pasar merupakan jantung perekonomian masyarakat setempat. (*)

Anggota KGPBR dan Guru SMPIT ANNUR

Related Articles

Back to top button