BEKACITIZENOpini

Menuju Hidup Normal

Oleh: Amarulloh S.Sos

Radarbekasi.id – Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini. Beragam cara dan kebijakan diterapkan, baik dengan pendekatan medis maupun kultur guna mencegah meningkatnya penyebaran wabah Korona.

Covid-19 bahkan berhasil merubah kebiasaan yang kita lakukan sehari hari, baik dirumah, sekolah, tempat kerja, di jalan, dimanapun. Kita dibuat seakan tak berdaya, karena gerak langkah dibatasi dengan covid, sehingga membuat kita tidak produktif yang berdampak pada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah termasuk Negara.

Meskipun sampai hari ini jumlah kasus positif masih terjadi, pemerintah mulai menerapkan kebijakan baru yakni New Normal (tatanan baru). Menurut definisi pemerintah new normal disebut sebagai tatanan kebiasaan dan prilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan hidup bersih dan sehat.

Juru bicara penanganan Covid-19 Nasional, Ahmad Yurianto menyebut, cara yang dilakukan dengan rutin mencuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan. Hal tersebut tentu sebagai upaya menjaga dan melindungi kehidupan masyarakat.

Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus menerus dilakukan dimasyarakat sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari-hari.
Bila kebiasaan baru tidak dilakukan secara disiplin atau hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja, maka hal ini bisa menjadi ancaman wabah gelombang kedua.

Menurut Lembaga Biologi Molekuler atau LBM Eijkman Jakarta, pandemik virus corona belum menunjukan tanda akan usai. Seluruh dunia termasuk Indonesia masih berupaya menemukan vaksin sehingga belum bisa dipastikan kapan pandemik akan berakhir. Dan dengan terpaksa kita diharuskan bisa beradaptasi hidup berdampingan dengan virus.
Dalam ajaran Islam menjaga kehidupan dan keselamatan jiwa merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh umat manusia sebagai khalifatu fil ardhi, (pemimpin dimuka bumi).

Munculnya wabah saat ini, yang mengubah tatanan hidup normal dan berdampak pada aspek kehidupan lainnya harus segera dilalui agar tidak menimbulkan dampak lebih besar, maka konsep hifdzun nafs (menjaga jiwa ) harus ditunjukan dengan bersama sama dengan disiplin menerapkan langkah yang sudah disosialisasikan selama ini.
Sebagai langkah menuju hidup normal, pertama semakin peduli terhadap budaya hidup bersih. Abu Malik Al-Ash’ari ra melaporkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan, “ Kebersihan adalah sebagian dari iman.

”Dalam hadits lain dari (H.R Tirmidzi dari saad) Rasulullah SAW juga mengatakan “Sesungguhnya Allah itu baik dan mencitai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, bagus dan mencitai kebagusan, bersihkanlah rumahmu.” Kedua sebagai cerminan dari hidup bersih maka akan terwujud kehidupan yang sehat.

Ajakan menjalankan tatanan hidup baru tentunya bukan sekadar mimpi ditengah melawan penyebaran covid-19.Tetapi sebagai ikhtiar menunjukkan optimisme bahwa dengan dukungan dari seluruh masyarakat dalam melawan wabah dan menghindari dampak yang lebih luas dapat segera tertangani.

Tentu membutuhkan waktu yang mungkin masih panjang dan harus ditempuh dengan semangat kebersamaan yang semakin kokoh disertai dengan ketaatan pada imbauan. Dengan demikian, kita yakin akan tercipta kehidupan yang lebih baik lagi. (*)

Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tinggal di Babelan, Kabupaten Bekasi.

Related Articles

Back to top button