BEKACITIZENOpini

Meraih Kumuliaan Dengan Memaafkan

Oleh : Achmad Muwafi , Lc Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi

Achmad Muwafi, Lc, Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI -PERTENGKARAN, permusuhan atau kesalahfahaman sering terjadi diantara masyarakat. Oleh sebab itu, Allah swt memerintahkan kepada umat manusia untuk saling memaafkan. Di dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 199 Allah swt berfirman, “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan perdulikan orang-orang yang bodoh.”

Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa pada saat ayat ini diturunkan baginda Nabi Muhammad saw bertanya kepada malaikat Jibril as, “Apa maksudnya ayat ini”, malaikat Jibril as menjawab, “Aku tidak tahu sampai aku bertanya terlebih dahulu kepada Allah swt”, Kemudian malaikat Jibril as kembali lagi dan berkata, “Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkanmu untuk menjalin dengan orang yang memutus hubungan (silaturahim) denganmu, berilah sesuatu kepada mereka yang tidak menghormatimu, dan maafkanlah mereka yang telah menzalimimu”.

Senang memafkan merupakan salah satu akhlak dari Rasulullah saw, beliau senantiasa memberi maaf kepada siapapun yang membenci atau menyakitinya. Sehingga beliau mengajarkan kepada seluruh umatnya untuk berbuat baik kepada orang lain, memberi maaf atas kesalahan dan kejahatan orang lain walaupun orang tersebut membalasnya dengan keburukan.

Aisyah ra pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah saw, beliau menjelaskan, “Rasulullah saw adalah orang yang paling bagus akhlaknya, beliau tidak pernah berbuat kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Beliau pemaaf dan senang mendamaikan.” (HR. Ibnu Hibban)
Dan diantara keutamaan bagi orang yang suka memaafkan kesalahan orang lain, yaitu Allah swt akan memberikan kemuliaan dan derajat yang tinggi di sisi-Nya. Nabi Muhammad saw bersabda, “Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah swt akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri (karena Allah swt), melainkan Allah swt akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).

Dikisahkan dalam sebuah hadist, bahwa orang-orang Yahudi ketika berjumpa dengan Rasulullah saw, mereka mengucapkan, “Kematian atasmu”, maka Rasulullah saw menjawabya dengan jawaban yang sama, “Dan atasmu”. Namun ketika Aisyah ra mendengar perkataan orang-orang Yahudi tersebut, ia marah. Lalu berkata, “Semoga kalian celaka dan mendapatkan laknat.”.

Mendengar jawaban dari Aisyah ra ini, maka Rasulullah saw menegurnya agar tidak seperti itu. Karena diperbolehkan dalam agama Islam yaitu membalas keburukan dengan keburukan yang sama, namun tidak diperbolehkan dengan keburukan yang lebih. Dan yang lebih utama adalah memaafkan.

Semoga Allah swt memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa memaafkan orang lain karena kesalahan dan keburukan mereka. Amin. (*)

Related Articles

Back to top button