Cikarang

PDAM-TB Berencana Gandeng Swasta

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi (PDAM-TB), menargetkan cakupan layanan mencapai 70 persen untuk wilayah Bekasi, baik kota maupun kabupaten.

 

Untuk merealisasikan itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, membuka opsi dengan bekerjasama dengan pihak swasta. Tujuanya, untuk melebarkan jaringan bisnis.

 

”Opsi ini, menjadi alternatif kami, disamping upaya penyertaan modal dari Pemerintah Daerah (Pemda). Karena di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, keuangan daerah pun belum stabil. Sehingga, untuk penyertaan modal, harus dievaluasi kembali, dengan membuka kerjasama dengan swasta,” kata Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Rabu (29/9).

 

Menurut dia, skema kerja sama dengan swasta, kini dalam kajian, termasuk berkomunikasi dengan Pemkot Bekasi selaku pemilik modal lainnya. Sementara itu, terkait rencana pemisahan aset antara Pemkab Bekasi dan Pemkot Bekasi, lanjut Dani, akan diubah. Sebelum aset dipisahkan, pihaknya bakal mengurus penghentian kerja sama dengan Pemkot Bekasi.

 

”Kenapa penghentian kerja sama? Supaya kewenangannya full di Pemkab Bekasi. Hingga saat ini kan selalu terhambat, ketika mengambil kebijakan, baik personal maupun investasi, itu harus selalu koordinasi. Tapi kalau pemutusan kerjasama sudah dilakukan, maka kami, bisa lebih independent,” ucapnya..

 

Adapun soal pemisahan aset, menurut Dani, pembagian dividen tidak menjadi masalah, sambil mengembangkan investasi baru di Kabupaten Bekasi, agar bisa tetap kinerja PDAM tidak menurun, walaupun nanti sudah dipisah.

 

”Jangan sampai sudah dilakukan pemisahan, tapi malah menyebabkan menurunkan kinerja. Itu juga kan yang rugi PDAM-TB,” beber Dani.

 

Sementara itu, di Hari Jadi ke-40 PDAM-TB, peningkatan layanan menjadi prioritas. Direktur Utama PDAM-TB, Usep Rahman Salim mengungkapkan, pihaknya pun bakal tetap mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih, diantaranya BUMD Award, beberapa waktu lalu.

 

”Capaian lain kami, yaitu berturut-turut selama lima tahun kebelakamg dari hasil audit kinerja BPKP, kami dapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Kemudian, cakupan layanan bila dibandingkan dengan PDAM lain, kami terbesar di Jawa Barat. Terakhir, kami bisa mempertahankan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan business plan yang sudah disepakati bersama,” terang Usep.

 

Kedepannya, tambah Usep, pihaknya menargetkan capaian layanan hingga 70 persen, di wilayah. Untuk merealisasikan target tersebut, berbagai upaya terus dilakukan. Selain dengan swasta, opsi kerja sama dengan kawasan industri, pun kini terus diupayakan.

 

”Jadi, memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat Bekasi,” imbuh Usep. (and)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button