BEKACITIZENOpini

Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Oleh : Achmad Muwafi, Lc, Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – RABIUL AWAL merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad saw. Beliau lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal bertepatan dengan tahun gajah. Penamaan tahun gajah ini didasarkan pada peristiwa penyerbuan Abarahah yaitu seorang raja/penguasa dari Yaman yang berniat untuk menghancurkan bangunan suci Ka’bah. Peristiwa pasukan Abrhahah yang hendak menghancurkan ka’bah ini dijelaskan dalam surat Al-Fil, Allah swt berfirman, “Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan gajah?. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?. Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang terbakar. Sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

Allah swt telah mengutus Nabi Muhammad saw sebagai utusan-Nya (rasulullah) dengan tujuan untuk membebaskan umat manusia dari kegelapan zaman jahiliyyah menuju zaman yang penuh dengan sinar keislaman. Beliau diutus oleh Allah swt sebagai pemberi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin). Di dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 107, Allah swt berfirman, ‘Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah swt sebagai penyempurna akhlak bagi seluruh umat manusia. Di dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Bukhari, Abu Dawud, dan Hakim)

Ummul Mukminin Aisyah ra. menuturkan bahwa Nabi Muhammad saw mempunyai perangai (akhlak) yang terpuji. Sehingga ketika beliau ditanya tentang akhlaknya Rasulullah saw, beliau menjawab bahwasannya akhlak Rasulullah saw adalah Al-Quran. Artinya sebagaimana terdapat dalam Al-Quran.

Banyak sekali suri tauladan dari baginda Nabi Muhammad saw yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya beliau saw sering bertaubat serta memperbanyak membaca istighfar, memohon ampunan kepada Allah swt. Padahal Allah swt telah mengampuni dosa-dosanya yang telah lewat maupun yang akan datang.

Nabi Muhammad saw bersabda, “Demi Allah! Sesungguhnya aku beristighfar, memohon ampun kepada Allah swt lebih dari 70 kali dalam sehari.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist lainnya, Rasulullah saw bersabda, “Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah swt dan beristighfarlah kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat sebanyak seratus kali dalam satu hari.” (HR. Muslim)

Hadist ini mengajarkan kepada setiap muslim hendaknya selalu memohon ampunan kepada allah swt dari setiap dosa dan kesalahan yang dilakukannya, dengan harapan agar Allah swt memberikan ampunan dan melindunginya dari pedihnya siksa api neraka.

Ya Allah.. kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberikan rahmat untuk kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. Amin. (*)

Related Articles

Back to top button