KH Noer Alie Jadi Inspirasi

ZIARAH : Pengurus DPP Partai Gelora saat melakukan ziarah ke makam KH Noer Alie di Ponpes Attaqwa Bekasi. ISTIMEWA/RADAR BEKASI
ZIARAH : Pengurus DPP Partai Gelora saat melakukan ziarah ke makam KH Noer Alie di Ponpes Attaqwa Bekasi. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pahlawan Nasional asal Bekasi, KH Noer Alie, jadi inspirasi Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Anis Matta. Menurutnya, Noer Alie memiliki dimensi yang lengkap, baik sebagai ulama yang mempelajari ilmu agama hingga ke Makkah, mujahid dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan bersama Hizbullah, dan politisi dengan menjadi salah seorang pemimpin Masyumi dan anggota Konstituante.

Dari pengalaman dan wawasan Kiai Noer itulah, Anis memaparkan, Pesantren Attaqwa tumbuh menjadi salah satu tempat untuk belajar sekaligus menempa jati diri muslim para santrinya. “Dalam kunjungan tersebut dirinya mengatakan, pesantren telah hadir dan berperan sepanjang umur bangsa Indonesia.”tuturnya.


Dirinya menilai, sejak proses embrio nasionalisme, perjuangan kemerdekaan, hingga jihad mempertahankan kemerdekaan setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pesantren telah menjadi pemasok pemimpin dan cendekiawan bangsa yang berperan di berbagai bidang. Kini, saatnya pesantren lebih berperan mengubah kerukunan Umat menjadi kekuatan nyata.

“Di tengah krisis global, umat Islam harus memahami betul situasinya. Jangan sampai kita berkelahi karena ada pihak lain yang membuat perang. Kita tidak perlu defensif. Sebaliknya, kita harus ofensif memperkenalkan cara kerja dan cara berpikir Islam kepada publik yang luas,” ujar Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Anis Matta.


Pada kunjungan itu, Anis Matta dateng bersama Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora, dan rombongan pengurus nasional, serta Haris Yuliana, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat, beserta pengurus daerah hingga tingkat Kabupaten Bekasi. Anis dan rombongan diterima oleh KH Irfan Mas’ud, pimpinan Pesantren Attaqwa.

Anis menjelaskan, visi perjuangan keumatan Partai Gelora. Visi tersebut dimulai dengan penerimaan fakta bahwa negara Indonesia berdiri dengan satu kesepakatan dasar negara yang bernama Pancasila. Menurutnya, inilah buah ijtihad para ulama dan pemimpin umat yang terlibat dalam perdebatan itu. Dan perdebatan itu sudah selesai, termasuk bentuk negara kesatuan Republik Indonesia.

“Kita percaya pada demokrasi, karena demokrasi adalah ruang bagi semua dan karenanya umat Islam harus ada di pusaran kekuatan utama masyarakat. Sudah waktunya kita mengubah kerukunan umat menjadi kekuatan yang representasinya nyata di dalam kekuatan politik. Disini, pesantren punya peran yang sangat penting,” ucapnya.

Kata Anis, umat Islam harus berpikir membangun platform baru untuk seluruh bangsa Indonesia, dan dalam konteks itu bangsa Indonesia perlu cita-cita baru untuk diperjuangkan bersama.

“Inilah yang mendasari Partai Gelora mengajak seluruh elemen bangsa memperjuangkan agar Indonesia menjadi kekuatan ke-5 dunia. Saat ini sedang terjadi krisis global dan ada peluang bagi Indonesia untuk mengambil peran sebagai salah satu pemimpin dunia. Namun untuk itu kita perlu cita-cita baru,” tuturnya.   (pra)