Pemkab Diminta Serius Atasi Banjir

JEMUR PAKAIAN: Warga menjemur pakaiannya saat banjir melanda Desa Tanjungsari, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (26/12). Banjir tersebut disebabkan meluapnya Kali Ulu. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CAKARANG UTARA – Masyarakat meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, agar bisa menuntaskan masalah banjir secara bertahap. Sehingga, persoalan banjir tidak lagi menghantui warga setiap tahun, ketika memasuki musim hujan.

Hal ini disampaikan salah satu warga Kampung Kali Ulu, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Nuryati (37) kepada Radar Bekasi, Minggu (26/12).


Menurut wanita berhijab ini, persoalan banjir perlu ditangani dengan serius oleh Pemkab Bekasi, ketika hujan turun deras, karena adanya penyempitan serta pendangkalan Kali Ulu.

Kata Nuryati, sebagai bentuk perhatian dan untuk menangani banjir, pemerintah seharusnya melakukan pelebaran atau pengerukan kali, sehingga aliran air berjalan dengan lancar, agar tidak meluap ke pemukiman warga.


“Saat lagi enak-enak tidur, pukul 02. 00 dini hari, tiba-tiba air masuk ke dalam rumah. Tentu saja sangat mengganggu , dan semoga ada perhatian demi kepentingan masyarakat,” harapnya.

Nuryati menyampaikan, air yang menggenangi tempat tinggalnya, bisa mencapai satu meter. Bahkan, dengan adanya banjir ini, dapat merusak barang barang yang ada di rumah.

“Wilayah ini sudah menjadi langganan banjir setiap ada air kiriman, dan Kali Ulu meluap. Kalau air sudah masuk, tidak bisa lagi untuk menyelamatkan barang, melainkan selamatkan diri. Oleh sebab itu, barang elektronik dan perabotan rumah tangga, rusak karena terendam air,” terangnya..

Lanjut Nurhayati, saat banjir merendam sejumlah rumah warga, bantuan logistik yang datang juga sangat minim. Bahkan dirinya sangat jarang menerima bantuan.

“Kalau bantuan belum ada sama sekali. Sekalinya ada, yang kebagian cuma yang di depan saja, sementara kami yang tinggal di belakang, tak kebagian,” ucapnya.

Adapun Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi menyampaikan, masalah banjir di Kabupaten Bekasi, perlu ditangani secara serius dan komprehensif, baik pemerintah daerah, provinsi dan pusat.

Dia menjelaskan, anggaran yang berasal dari APBD Kabupaten Bekasi, perlu dimanfaatkan secara tepat sasaran, khususnya untuk perbaikan infrastruktur dalam mengatasi masalah banjir.

“Kami selalu berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga. Hanya memang perlu keseriusan, termasuk meningkatkan kualitas pembangunan. Kemudian, dari Pemkab Bekasi, juga harus aktif komunikasi dengan pemerintah pusat serta BBWS, selaku penanggung jawab sungai yang ada di Kabupaten Bekasi,” saran Helmi.

Menurut dia, kondisi anggaran yang terbatas, apabila digunakan melalui program kerja yang terencana dan tepat sasaran, masyarakat akan merasakan manfaatnya.

“Jadi, memang perlu ada target dalam hal penanganan masalah banjir, sehingga bisa diselesaikan dengan baik,” imbuhnya. (and)