Parpol Ajak Seluruh Elemen Bangun Bekasi

Plt Ketua DPD Partai Ummat Kabupaten Bekasi, Daris

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah partai politik menilai, hingga saat ini belum ada perubahan yang siginifikan dan membanggakan  di kabupaten Bekasi hingga usia ke 72 tahun. Mulai dari kesehatan, pendidikan, maupun dari sisi tenaga kerja, masih jauh dari kata layak.


“Kalau saya lihat, Kabupaten Bekasi dari tahun ke tahun, sampai usia ke 72, tidak ada perkembangan yang membanggakan, kita lihat dari bebagai segi, apa yang bisa dibanggakan,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Ummat Kabupaten Bekasi, Daris, kepada Radar Bekasi, Senin (15/8).

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini mencontohkan, dari segi kesehatan, fasilitasnya masih di bawah kalayakan nasional, begitu juga pendidikan. Dimana, masih sangat dibawah standard kelayakan pendidikan nasional, sampai-sampai kekurangan kelas dan bangku. Termasuk kelayakan tenaga kerja, masyarakat masih kesulitan mencari kerja. sedangkan daerahnya mempunyai industri terbesar.


“Tentu ini tidak masuk akal dengan nama besar Kabupaten Bekasi. Ini yang tidak masuk pikiran pemerintah daerah. Padahal ini yang harus dipikirkan, bukan sekedar euphoria dapat penghargaan. Kita setiap tahun hanya sebatas seremoni dalam merayakan hari jadi Kabupaten Bekasi,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, Budi Muhammad Mustafa menuturkan, sebenarnya potensi yang di miliki oleh Kabupaten Bekasi sangat luar biasa. Kemudian orang-orangnya juga hebat-hebat dan cerdas. Hanya saja, memang kesempatannya belum terbuka. Oleh karena itu, Budi mengajak seluruh masyarakat untuk memanfatkan potensi dirinya masing-masing.

“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi untuk lebih memaksimalkan potensi dirinya, sama-sama membangun Kabupaten Bekasi kedepannya,” katanya.

Menurutnya, hut ke 72 Kabupaten Bekasi ini harus menjadi momentum yang tepat buat seluruh elemen masyarakat, untuk sama-sama mendukung program pemerintah, dalam memajukan Kabupaten Bekasi kedepan. Tentunya, masing-masing stakeholder harus membuka ruang untuk masyarakat yang mempunyai potensi.

“Kalau menurut bukannya enggak dikasih ruang, mungkin belum terbaca saja peluangnya. Mudah-mudahan diusia ke 72 tahun ini, masing-masing stakeholder makin terbuka lagi untuk Kabupaten Bekasi kedepan,” ungkapnya. (pra)