Berita Bekasi Nomor Satu

Melihat Lebih Dekat Perayaan Hari Down Syndrome se-dunia Tahun 2026

Cicipi Serunya jadi Pekerja Magang

MAGANG INKLUSIF : Sejumlah anak dengan Down syndrome berfoto bersama usai mengikuti kegiatan magang di toko fashion lokal SCDATM (Suicide Anthem) di kawasan Perumahan Galaxy, Bekasi Selatan, Sabtu (19/4). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kegiatan magang yang difasilitasi brand feysen lokal di Kota Bekasi menghadirkan suasana berbeda. Sejumlah anak Down syndrome terlihat antusias belajar dunia kerja. Seperti apa ceritanya?

Siang itu, suasana di sebuah toko fashion lokal Suicide Anthem (SCDATM) di kawasan Perumahan Galaxy, Bekasi Selatan, tampak berbeda. Di antara rak pakaian yang tertata rapi dan lalu-lalang pengunjung, terlihat sejumlah anak dengan Down syndrome sibuk beraktivitas.

Mereka bukan sekadar datang berkunjung. Hari itu, mereka menjalani pengalaman baru, yakni magang di dunia retail.

Dengan penuh semangat, para peserta mencoba berbagai peran. Ada yang melipat pakaian, merapikan stok, hingga belajar menyapa calon pembeli yang datang. Sesekali, senyum mereka mengembang saat berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan.

“Hari ini kami ada memfasilitasi anak-anak Down syndrome dalam memperingati Hari Down Syndrome sedunia ya, kami fasilitasi untuk magang,” kata Madie, Sabtu (18/4)

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang inklusi bagi penyandang disabilitas, khususnya anak Down syndrome yang telah memasuki usia produktif.

Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu dikenalkan pada dasar-dasar operasional bisnis retail. Mulai dari display produk hingga cara melayani pelanggan secara langsung.

“Tadi kami ajarkan juga menyambut calon pembeli, menawarkan barang, melipat baju, merapihkan stock, hingga menjadi kasir,” jelasnya.

Sebanyak lima peserta mengikuti program ini. Mereka berasal dari Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (Potads) Bekasi dengan rentang usia di atas 17 tahun.

Ketua Koordinator Wilayah Potads Bekasi, Egie, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak Down syndrome di dunia kerja.

“Alhamdulillah kami disupport semua, dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi juga, dari teman-teman juga yang support kegiatan kami,” kata Egie.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha, terutama generasi muda, untuk membuka peluang yang sama.

“Buat inspirasi sih, inspirasi ke semua teman-teman yang punya usaha ya. Apalagi sekarang kan gen Z banyak banget kan usahanya kan. Bolehlah kami belajar bareng sama adik-adik disabilitas,” paparnya.

Dukungan juga datang dari Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian. Ia menegaskan bahwa anak Down syndrome memiliki hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang.

“Kayak misalkan satu dari lima orang dari mereka yang hadir saat ini, yakni Dhika, mereka dia ini punya kemampuan berenang, seperti gaya bebas, dada, dan kupu-kupu, dia juga seorang barista juga,” imbuh Novrian.

“Saya pun juga banyak belajar dari mereka ini, saya juga baru belajar renang tiga bulan dan itu terinspirasi dari Dhika juga,” sambungnya.

Di sudut toko, aktivitas terus berjalan. Para peserta magang tetap fokus menjalankan tugasnya, dari merapikan pakaian hingga melayani pelanggan dengan percaya diri.

Bagi mereka, hari itu mungkin terasa sederhana. Namun di baliknya, tersimpan langkah besar tentang kesempatan, kepercayaan, dan harapan.

“Ke depan para pengusaha, para pemilik modal dapat memberikan ruang kepada mereka untuk berkarya, ternyata hari ini aja mereka bisa kok magang,” tutupnya. (rez)