RADARBEKASI.ID, BEKASI – Empat usaha jasa penatu atau laundry di Kabupaten Bogor disegel Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) setelah diduga mencemari Kali Bekasi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan, keempat usaha laundry tersebut diduga memiliki potensi mencemari aliran air. Penyegelan dilakukan KLH pada Selasa (18/8) sebagai bagian dari penindakan terhadap sumber pencemaran di hulu Kali Bekasi.
“KLH melakukan penyegelan terhadap empat perusahaan jasa laundry, bagian dari kegiatan industri tekstil, semuanya di wilayah Kabupaten Bogor yang memiliki potensi pencemaran air,” kata Kiswatiningsih, Kamis (20/8).
Penanganan terhadap dugaan pencemaran tidak berhenti pada penyegelan. Tim Pengawas KLH bersama jajaran DLH Kota Bekasi kembali melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi sumber pencemaran lainnya.
BACA JUGA: Wali Kota Bekasi Minta Pengawasan Industri di Sepanjang Aliran Kali Bekasi Diperketat
Tim PPKL KLH, didampingi PPLH DLH Kota Bekasi dan Tim Katak, turun menyusuri aliran Kali Bekasi. Penelusuran dilakukan untuk memastikan tidak ada sumber pencemar lain yang turut memperburuk kualitas air.
“Tim PPKL KLH didampingi PPLH DLH Kota Bekasi dan Tim Katak turun untuk penyusuran kembali. Sedang dilakukan penelusuran kembali,” ujarnya.
Kiswatiningsih mengatakan, penanganan pencemaran Kali Bekasi dilakukan secara lintas wilayah karena sumber persoalan berada di kawasan hulu yang masuk wilayah Kabupaten Bogor.
“Saat ini penanganan pencemaran Kali Bekasi dilakukan oleh KLH melibatkan DLH Kabupaten Bogor, DLH Kota Bekasi, dan DLH Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Sebelumnya, Tim Pengawas KLH telah melakukan pengumpulan data dan informasi pada 12–15 Agustus. Petugas juga mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sungai Cileungsi serta saluran pembuangan (outfall) dari empat perusahaan yang diperiksa.
Kasus ini mencuat setelah video kondisi Kali Bekasi berwarna hitam pekat menyerupai oli bekas viral di media sosial. Pemerintah Kota Bekasi kemudian mengambil sampel air untuk memastikan tingkat pencemaran dan kondisi kualitas air.
Hasil pemantauan lapangan yang dilaporkan Pemkot Bekasi menunjukkan kondisi air di titik pemantauan samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berwarna hitam dengan bau menyengat.
Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat adanya penurunan kualitas air di aliran sungai yang bermuara ke Kali Bekasi. Pemerintah pun masih melakukan penelusuran untuk memastikan sumber pencemar dan menentukan langkah penanganan berikutnya. (sur)











