Berita Bekasi Nomor Satu

Siswa 73 Sekolah di Kota Bekasi Adu Kreativitas Menulis Cerpen

LOMBA: Bunda Literasi Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama kontestan Lomba Menulis Cerpen Tingkat SMP dan MTs Kota Bekasi 2026. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 73 sekolah tingkat SMP dan MTs di Kota Bekasi adu kreativitas melalui lomba menulis cerpen. Dari puluhan peserta, hanya 15 pelajar dari enam sekolah yang berhasil menembus babak grand final.

Grand Final Lomba Menulis Cerpen Tingkat SMP dan MTs Kota Bekasi 2026 itu digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi. Bunda Literasi Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto turut hadir sekaligus menjadi salah satu juri dalam ajang tersebut.

Wiwiek mengatakan, lomba tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang bagi pelajar mengasah kemampuan menulis, mengembangkan kreativitas, serta menuangkan gagasan melalui karya sastra.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan menulis, serta menuangkan gagasan melalui karya sastra,” katanya.

Tahun ini, lomba mengangkat tema “Gen Z 5.0: Kreatif Digital, Bijak Berliterasi”. Tema tersebut dipilih untuk mendekatkan literasi dengan keseharian generasi muda yang tidak lepas dari perkembangan teknologi digital.

Melalui tema itu, peserta didorong menghasilkan cerita yang tidak hanya kreatif, tetapi juga membawa pesan positif tentang penggunaan teknologi dan bermedia secara bijak.

“Sebanyak 73 sekolah tingkat SMP dan MTs mengikuti rangkaian perlombaan. Setelah melalui tahapan seleksi, terpilih 15 finalis dari enam sekolah untuk mengikuti babak grand final,” ujarnya.

Tak berhenti di podium juara, karya para finalis juga berpeluang meninggalkan jejak lebih panjang. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi berencana membukukan karya-karya terpilih dalam sebuah buku bertajuk “Gen Z 5.0: Kreatif Digital, Bijak Berliterasi”.

Menurut Wiwiek, penerbitan buku tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya mendokumentasikan kreativitas pelajar Kota Bekasi. Karya mereka diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan budaya literasi di daerah.

Sebagai juri, Wiwiek bersama dewan juri lainnya menilai karya peserta dari sejumlah aspek, di antaranya kesesuaian tema, ide dan kreativitas, alur cerita, penggunaan bahasa, serta pesan yang disampaikan.

“Saya apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berani menuangkan ide dan kreativitasnya melalui karya tulis. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana kita mampu mengolah informasi, berpikir kritis, dan menuangkan gagasan secara kreatif,” terangnya.

Dia berharap kompetisi serupa terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak pelajar. Dengan begitu, budaya literasi tidak hanya tumbuh di ruang kelas, tetapi juga melahirkan karya yang mampu berbicara kepada masyarakat.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan agar semakin banyak pelajar Kota Bekasi yang memiliki budaya literasi dan percaya diri dalam menghasilkan karya,” tambahnya.

Wiwiek juga mengapresiasi para guru, sekolah, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi yang mendukung pelaksanaan lomba tersebut.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, produktif, kritis, dan bijak dalam berliterasi di era digital,” tandasnya. (pay)