Berita Bekasi Nomor Satu

Camat Pondok Melati Kawal Ketat Penggunaan Dana Rp100 Juta per RW

Camat Pondok Melati, Cecep Miftah Farid

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dana hibah Rp100 juta per RW dalam Program RW Bekasi Keren tak boleh sekadar habis dibelanjakan. Camat Pondok Melati, Cecep Miftah Farid, memastikan penggunaan anggaran tersebut dikawal ketat agar benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan.

Pemantauan dilakukan dengan menyasar langsung sejumlah RW penerima program. Cecep ingin setiap rupiah yang dikelola kelompok masyarakat (Pokmas) memiliki manfaat jelas dan sesuai hasil musyawarah bersama warga.

“Saya akan terus memantau ke setiap RW yang ada di Pondok Melati. Terutama dalam pemanfaatan Program RW Bekasi Keren,” kata Cecep, Sabtu (5/9).

Menurut dia, Pokmas yang mendapat mandat mengelola dan membelanjakan anggaran Rp100 juta harus memahami kebutuhan prioritas masyarakat. Perencanaan juga tidak boleh dibuat sekadar formalitas, melainkan berdasarkan hasil musyawarah warga.

Setelah perencanaan ditetapkan, proses pembelanjaan wajib mengacu pada kebutuhan dan rencana yang telah disepakati. Dengan begitu, program tidak hanya terserap secara administratif, tetapi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kalau itu dilakukan dan dijalankan, saya yakin Rp100 juta dari Program RW Bekasi Keren ini bermanfaat bagi warga,” ujarnya.

Karena itu, Cecep mengaku terus memastikan pemanfaatan dana tersebut berjalan sesuai perencanaan. Selain mendukung kebutuhan sarana dan prasarana lingkungan, anggaran RW Keren juga dapat diarahkan untuk menunjang pembangunan maupun pengembangan Bank Sampah.

Ia berharap pengelolaan dana tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Lebih jauh, program diharapkan mampu mendorong lingkungan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

“Harapan saya, pengelolaan dana RW Keren mampu menghadirkan manfaat nyata sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang produktif dan berkelanjutan,” tandasnya. (pay)