Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Bea Cukai Cikarang dan Kanwil Bea Cukai Jakarta Perkuat Asistensi Industri, Dukung Daya Saing Ekspor PT Hanes Supply Chain Indonesia

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Bea Cukai terus memperkuat perannya sebagai industrial assistance dan trade facilitator melalui pendampingan kepada dunia usaha. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan asistensi kepada PT Hanes Supply Chain Indonesia (HSCI) yang dilaksanakan di fasilitas perusahaan, Cikarang, Rabu (23/9).

Kegiatan yang melibatkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta bersama KPPBC TMP Cikarang tersebut menjadi ruang dialog untuk memahami secara langsung perkembangan usaha, kebutuhan operasional, serta berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan.

Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Bea Cukai memastikan pemanfaatan fasilitas kepabeanan berjalan optimal dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan daya saing industri berorientasi ekspor.
PT HSCI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakaian dalam (underwear dan intimates) serta merupakan bagian dari HanesBrands Inc., perusahaan global yang berbasis di Amerika Serikat.

Berdiri sejak 9 September 1998, PT HSCI saat ini berstatus sebagai penerima fasilitas Kawasan Berikat Mandiri (KBM) di bawah pengawasan KPPBC TMP Cikarang. Perusahaan juga tercatat berada pada jalur pelayanan hijau yang mencerminkan tingkat kepatuhan administratif dan fiskal yang baik.

Melalui fasilitas Kawasan Berikat, PT HSCI memperoleh kemudahan berupa penangguhan Bea Masuk serta tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) atas pemasukan barang yang memenuhi ketentuan. Pemanfaatan fasilitas tersebut memberikan manfaat fiskal sebesar Rp103,56 miliar pada 2024, meningkat menjadi Rp143,22 miliar pada 2025.

Sementara itu, hingga Agustus 2026, nilai manfaat fiskal yang diterima telah mencapai Rp77,04 miliar. Dukungan fasilitas kepabeanan tersebut turut memberikan ruang bagi perusahaan untuk menjaga efisiensi biaya sekaligus mempertahankan daya saing produk di pasar global.

Kontribusi PT HSCI juga terlihat dari kinerja ekspornya. Nilai ekspor perusahaan meningkat dari Rp703,12 miliar pada 2024 menjadi Rp887,44 miliar pada 2025. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor telah mencapai Rp553,68 miliar dengan rasio nilai ekspor terhadap impor sebesar 2,31 : 1. Produk PT HSCI telah menjangkau sejumlah pasar internasional, antara lain Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Prancis, Italia, Afrika Selatan, Thailand, dan Malaysia.

Tidak hanya berorientasi pada produksi, PT HSCI menjalankan model bisnis yang mandiri dan terintegrasi. Perusahaan menegaskan bahwa kegiatan produksinya bukan merupakan bisnis maklon, melainkan mencakup keseluruhan rantai proses, mulai dari riset sampel berdasarkan kebutuhan pelanggan, pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga ekspor produk jadi ke pasar global. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri garmen di Indonesia memiliki peran yang semakin strategis dalam rantai pasok global.

Pertumbuhan bisnis tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, PT HSCI mempekerjakan 2.196 tenaga kerja tetap. Sebanyak 2.008 karyawan bekerja di Plant Jababeka, sementara 188 karyawan mendukung kegiatan logistik, pergudangan, dan pengendalian kualitas ekspor di Gudang Beda Hamparan DS8 Lippo Cikarang.
Bagi Bea Cukai Cikarang, pendampingan kepada PT HSCI menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan kepabeanan yang responsif terhadap kebutuhan industri.

Di bawah kepemimpinan Kepala KPPBC TMP Cikarang I Wayan Sapta Dharma, Bea Cukai Cikarang terus mendorong pola pelayanan yang tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan operasional pengguna jasa.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pemahaman langsung terhadap proses bisnis perusahaan, termasuk aspek logistik, pergudangan, serta kebutuhan dalam mendukung kelancaran ekspor. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah pemberian izin perlakuan tertentu di Gudang Beda Hamparan. Izin tersebut memungkinkan perusahaan melaksanakan kegiatan random raw material testing, pick and pack, pre-shipment inspection, serta pengoperasian mesin needle detector untuk mendukung proses ekspor di lokasi gudang luar.

Kehadiran Bea Cukai Cikarang dalam proses tersebut menunjukkan bahwa fungsi pengawasan dapat berjalan beriringan dengan fungsi pelayanan dan fasilitas. Melalui asistensi dan komunikasi yang berkelanjutan, Bea Cukai berupaya memetakan berbagai kendala yang dihadapi perusahaan sekaligus mencari solusi kepabeanan yang dapat mendukung kelancaran proses bisnis.

Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang I Wayan Sapta Dharma menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dengan pengguna jasa sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin adaptif terhadap dinamika industri.

Menurutnya, sinergi yang kuat antara Bea Cukai dan dunia usaha diperlukan agar fasilitas kepabeanan dapat dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan kepatuhan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan proses bisnis yang lebih efisien, memberikan kepastian bagi pengguna jasa, serta pada akhirnya mendukung peningkatan ekspor dan investasi di wilayah pengawasan Bea Cukai Cikarang.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, menyampaikan bahwa sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha perlu terus diperkuat untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan berdaya saing. Bea Cukai, menurutnya, tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga hadir sebagai industrial assistance dan trade facilitator untuk mendukung kelancaran usaha, peningkatan ekspor, investasi, serta penyerapan tenaga kerja.

Asistensi kepada PT HSCI sekaligus menjadi gambaran bahwa fasilitas kepabeanan dapat memberikan dampak positif ketika dimanfaatkan dengan tata kelola dan kepatuhan yang baik. Sinergi antara Kanwil Bea Cukai Jakarta, Bea Cukai Cikarang, dan pelaku usaha diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendorong peningkatan kapasitas produksi, memperluas akses pasar, serta menjaga kontribusi industri terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja nasional.

Melalui semangat mendengar lebih dekat, memahami proses bisnis, dan memberikan solusi yang tepat, Bea Cukai Cikarang akan terus hadir bersama dunia usaha. Bukan sekadar sebagai pengawas, tetapi sebagai mitra strategis yang turut mendorong terciptanya ekosistem industri yang patuh, efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)