Berita Bekasi Nomor Satu

Colak-colek Kursi Wakil Bupati Bekasi

ILUSTRASI: Lobi kursi Wakil Bupati Bekasi mulai bergerak. Sejumlah figur mulai menjalin komunikasi dengan internal partai. FOTO: DIOLAH AI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Lobi politik menuju kursi Wakil Bupati Bekasi mulai bergerak. Sejumlah figur yang berminat menduduki posisi orang nomor dua di Kabupaten Bekasi disebut mulai menjalin komunikasi dengan internal partai.

Sejauh ini, sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa calon wakil bupati (cawabup) untuk mendampingi Asep Surya Atmaja yang kini menjabat Bupati Bekasi menggantikan Ade Kuswara Kunang. Dari PDI Perjuangan, ada Waras Wasisto, Nuryadi Darmawan, Jejen Sayuti, Christin Novalia, dan Usup Supriatna.

Partai Buruh juga memunculkan nama Sarino sebagai kandidat. Sementara itu, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bekasi, Sarif Marhaendi, menyatakan siap bertarung memperebutkan kursi wabup jika mendapat mandat dari partainya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Exco Partai Buruh Kabupaten Bekasi, Amir Mahfud, komunikasi politik dari sejumlah figur yang berhasrat menduduki kursi wakil bupati mulai terbangun. Sejumlah kandidat disebut mulai melakukan pendekatan kepada partai-partai koalisi, khususnya ke internal partainya.

“Kalau informasi yang saya dapat, sudah ada yang colak-colek,” ungkap Amir kepada Radar Bekasi, Selasa (27/10/2026).

Menurut Amir, pendekatan cukup intens datang dari kalangan PDI Perjuangan. Dari lima nama yang belakangan mencuat dalam bursa cawabup, dua di antaranya disebut telah menjalin komunikasi dengan Partai Buruh.

BACA JUGA: Empat Kader PDIP Mencuat di Bursa Cawabup Bekasi, Pengamat:  Waras Wasisto dan Jejen Sayuti Potensial

Namun, Amir tidak merinci identitas kedua figur dari PDI Perjuangan maupun perkembangan komunikasi tersebut. Sarif dari PPP juga dikabarkan mulai melakukan pendekatan serupa.

Ia menegaskan kandidat yang serius ingin maju harus memiliki inisiatif. Sebab, proses pengisian jabatan wakil bupati tidak bisa hanya mengandalkan munculnya nama dalam bursa politik.

“Ya intinya yang mau jadi wakil bupati punya inisiatif, kalau dokter Asep sudah selesai, sudah jadi definitif,” katanya.

Menurutnya, setelah Asep Surya Atmaja menjadi bupati definitif, pembahasan mengenai kekosongan kursi wakil bupati semestinya bisa kembali didorong. Terlebih, terdapat empat partai koalisi yang memiliki hak dalam proses pengusulan calon.

“Yang punya hak di sini empat partai koalisi,” ujarnya. (pra)