RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perjalanan panjang harus dilalui oleh Hisyam Akbar seorang anak berumur 8 tahun yang didiagnosa mengalami sakit skoliosis kongenital, yaitu kelainan bentuk tulang belakang yang terjadi sejak lahir dan harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan penanganan medis secara rutin.
Hisyam adalah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah memanfaatkan program JKN untuk pengobatannya sejak tahun 2019. Orang tua Hisyam, Novita Sari menyampaikan bahwa anaknya terdeteksi mengalami skoliosis kongenital sejak usia tiga tahun, sehingga Hisyam membutuhkan penanganan dan pemantauan secara rutin dari tenaga medis.
“Hisyam sakit bawaan lahir, tapi baru terdeteksi skoliosis kongenital ketika ia umur tiga tahun. Dari FKTP, Hisyam mendapatkan rujukan untuk melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit. Sejak saat itu, Hisyam mulai menjalani berbagai rangkaian pelayanan kesehatan, termasuk terapi dan kontrol secara rutin,” ungkap Novita.
Novita mengaku bahwa Hisyam tidak hanya melakukan pemeriksaan dan terapi saja, namun Hisyam juga telah menjalani rawat inap dan beberapa kali tindakan operasi.
“Selama menjalani pengobatan, Hisyam pernah terapi, kontrol rutin, rawat inap, bahkan sampai melakukan operasi sebanyak tujuh kali. Terakhir operasi Hisyam dilakukan pada bulan Juni 2026 di RS Fatmawati, Jakarta. Alhamdulillah semuanya bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya,” tambahnya.
Bagi Novita dan keluarga, proses pengobatan Hisyam yang berlangsung selama bertahun-tahun tentu bukan perjalanan yang mudah. Namun, Novita mengaku bersyukur karena selama menggunakan BPJS Kesehatan, mereka tidak pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan dalam mendapatkan pelayanan.
Menurutnya, pelayanan yang diterima mulai dari proses administrasi, rawat jalan, hingga rawat inap dapat ditangani dengan baik. Bahkan hingga saat ini, Hisyam masih rutin mendapatkan pelayanan kesehatan untuk memantau kondisi dan melanjutkan pengobatannya.
“Alhamdulillah selama menggunakan BPJS Kesehatan tidak pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan. Semuanya ditangani dengan baik. Sampai sekarang pun Hisyam masih rutin kontrol dan menjalani pengobatan. Sebagai orang tua tentu kami ingin memberikan pengobatan yang terbaik untuk anak. Dengan adanya BPJS Kesehatan, kami merasa sangat terbantu, jadi kami lebih tenang dalam mendampingi proses pengobatannya,” tuturnya.
Novita berharap Program JKN dapat terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki anak dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan pengobatan dan pemantauan secara rutin seperti Hisyam. Ia juga berharap pelayanan kesehatan melalui Program JKN dapat terus ditingkatkan agar semakin mudah, cepat, dan nyaman bagi peserta.
“Harapan saya agar BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan yang terbaik dan program JKN dapat terus berjalan serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga pelayanan ke depannya semakin baik, prosesnya semakin mudah, dan peserta seperti Hisyam yang membutuhkan pengobatan rutin dapat terus mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Kami sebagai orang tua sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan,” ujar Novita. (*)











