RADARBEKASI.ID, BEKASI – Salahsatu rumah di Kampung Gombang RT 003/005 Desa Sukakerta Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, kondisinya cukup memprihatinkan.
Meskipun struktur bangunannya telah di tembok dan lantainya berkeramik, namun usia rumah yang sudah tua membuatnya mengalami kerusakan. Beberapa bagian tembok terkelupas dan sebagian atapnya sudah jebol. Setiap hujan, rumah yang dihuni oleh Jaswito (60), bersama dua anak lelaki, serta istri, dan dua orang cucunya ini mengalami kebocoran.
Sayangnya, bantuan dari program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang diharapkan belum terwujud. Padahal, keluarga ini sudah diminta dokumen tahun lalu sebagai calon penerima manfaat program tersebut oleh pengurus RT setempat.
Salahsatu anak Jaswito, Sarpan Birawa (32), menuding pengurus RT pilih kasih dalam menentukan penerima manfaat program Rutilahu. Tudingan ini didasari dengan adanya pengurus RT dan keluarganya sebagai penerima manfaat Rutilahu.
“Tolong bersikap adil sama warga, jangan pilih kasih. Orangtua yang renta nggak dapat, malah milih (RT) yang muda dan keluarganya sendiri,” ujar Sarpan kepada Radar Bekasi, Selasa (14/11).
Menurutnya, rumah ketua RT dan keluarganya tidak mengalami kerusakan parah. Sarpan pun merasa bingung bisa mendapatkan bantuan program Rutilahu.
“Ini dia (Ketua RT) dapat rutilahu, kan aneh padahal rumahnya nggak begitu parah. Sama Adiknya juga dapat, padahal masih gagah-gagah. Mangkanya saya bingung, kenapa kaya gini pegawai sekarang,” tuturnya.
Sementara, Ketua RT 003 Desa Sukakerta, Joyo, belum memberikan jawaban terkait tudingan ini. Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sukawangi, Karya mengatakan, bahwa untuk program Rutilahu sudah ada tim di setiap desa. Tugasnya, mencari penerima manfaat dari program tersebut.
“Kalau itu sudah ada tim-timnya, yang berasal dari unsur desa. Jadi mereka yang menentukan siapa saja penerima dan diajukan. Sedangkan kecamatan hanya menerima data yang diajukan dan itu sudah baku,” ungkapnya. (pra)











