Berita Bekasi Nomor Satu

Polisi Masih Selidiki Kematian Ermanto Usman di Jatibening

Lokasi rumah kediaman pasutri korban perampokan di Jatibening, Pondokgede, Senin (2/3/2026) dinihari. Foto: Zakky Mubarok/Radarbekasi.ud.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Suasana sahur di Perumahan Lingkar Asri Blok B4/14, Jatibening, Pondokgede, Kota Bekasi, berubah menjadi tragedi berdarah, Senin (2/3) dini hari.

Ermanto Usman (65), pensiunan PT JICT, ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya, sementara sang istri, Pasmilawati (60), masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit Primaya, Bekasi Selatan.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh anak perempuan korban D (25) yang tinggal serumah. Biasanya, ia dibangunkan ibunya sekitar pukul 03.00 WIB untuk sahur. Namun hingga waktu tersebut, tak ada panggilan seperti biasanya.

Alarm ponselnya berbunyi sekitar pukul 04.15 WIB. Ia terbangun dan terkejut karena waktu imsak sudah dekat. Merasa janggal, ia turun untuk membangunkan orang tuanya. Saat dipanggil, tidak ada jawaban. Ia justru mendengar suara lirih seperti rintihan dari dalam kamar.

Dalam kondisi panik, anak korban sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan warga, namun situasi masih sepi. Ia kemudian menghubungi keluarga. Saat kerabat datang, pintu kamar yang dalam keadaan terkunci terpaksa dibuka paksa.

Di dalam kamar, kedua orang tuanya ditemukan tergeletak. Ermanto Usman berada di atas kasur dengan kondisi mata lebam dan tubuh bersimbah darah. Sementara Pasmilawati ditemukan terkapar di lantai kamar.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kedua korban mengalami luka akibat benda tumpul di bagian kepala.

“Untuk sementara berdasarkan keterangan medis, luka berada di bagian belakang kepala. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan menggunakan benda tajam,” ujar Andi di lokasi, Senin (2/3).

Ermanto Usman meninggal dunia di tempat kejadian dan jasadnya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan autopsi. Sementara Pasmilawati kini dirawat di RS Primaya dan masih menjalani operasi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga pelaku masuk dengan cara merusak jendela bagian depan rumah. Jejak kaki ditemukan di tembok pembatas yang berbatasan dengan lahan kosong di belakang rumah.

BACA JUGA:  https://radarbekasi.id/2026/03/02/jelang-sahur-perampok-sasar-pasutri-lansia-di-jatibening-satu-tewas-dan-satu-kritis/

Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya gelang emas milik korban perempuan serta dua kunci mobil. Namun polisi belum dapat menyimpulkan motif peristiwa tersebut.

“Kami belum bisa memastikan apakah ini murni perampokan atau ada motif lain. Dugaan sementara pelaku lebih dari satu orang, tapi masih dalam penyelidikan,” tegas Andi.

Saat kejadian, di dalam rumah hanya terdapat tiga orang, yakni kedua orangtua dan anak perempuan mereka. Asisten rumah tangga diketahui bekerja pulang-pergi dan tidak berada di rumah saat peristiwa terjadi.

Pantauan di lokasi, dua kendaraan milik korban masih terparkir di garasi rumah, yakni Wuling Binguo EV bernomor polisi B 1157 SNT dan Honda CRV Prestige B 1768 KJL. Garis polisi masih terpasang di sekitar rumah.

Polisi telah memeriksa sedikitnya lima saksi, termasuk asisten rumah tangga, petugas keamanan perumahan, serta tetangga sekitar. Penanganan kasus ini dilakukan bersama oleh Polsek, Polres Metro Bekasi Kota, dan Polda Metro Jaya.

Untuk memperkuat penyelidikan, polisi juga menerjunkan anjing pelacak (K-9) dari Direktorat Kepolisian Satwa (Ditpolsatwa). Berdasarkan pantauan di lokasi, tim K-9 tiba sekitar pukul 14.49 WIB menggunakan kendaraan khusus bertuliskan Ditpolsatwa.

Dua petugas mendampingi anjing pelacak masuk ke dalam rumah korban. Salah satu anggota kepolisian sempat membawa dompet berwarna biru muda dari dalam rumah.

“Itu dompet isinya cuma kartu-kartu saja, seperti kartu asuransi milik korban,” ujar Samuel, warga sekitar, di lokasi.

Dompet tersebut kemudian dibawa keluar hingga melewati tembok pembatas perumahan. Anjing pelacak sempat mengarah ke kebun kosong di luar tembok, lalu berhenti di sebuah tempat usaha jasa cuci mobil sebelum akhirnya kembali ke lokasi awal.

Petugas pendamping K-9 belum memberikan keterangan terkait hasil pelacakan tersebut. Hingga kini, misteri kasus ini masih dalam penyelidikan intensif. (rez)