Oleh: Dahlan Iskan
Toko itu pamer pantat kuda. Untuk apa?
“Untuk pengingat bagi para penjilat,” ujar seorang pimpinan partai yang menemani saya di Huai An, pedalaman provinsi Jiangshu, Tiongkok.
Ia tidak menyangka saya tertarik pada pantat kuda itu. Yakni ketika saya berjalan dari rumah kelahiran Zhou En Lai ke plasa khusus untuk mengenang para penulis buku terkemuka dari kota kecil itu.
Saat jalan itu tiba-tiba saja tertatap oleh saya pantat kuda itu. Semok. Warna merah. Awalnya saya pikir patung kuda biasa. Ini kan tahun kuda. Hanya saja yang yang terlihat hanya bagian belakangnya.
Saya pun bergegas mendekat. Sekitar delapan orang yang mendampingi saya mengikuti langkah saya. Mereka heran mengapa saya perlu mampir toko. Lebih heran lagi ketika saya menuju pantat kuda itu.
Setelah semua mendekat pimpinan partai tingkat kota itu justru minta saya memegang pantat kuda.
“Untuk apa?” tanya saya.
“Keberuntungan. Ini kan tahun kuda,” katanya.
Ia pun menunjukkan ke saya cara-cara memegang pantat kuda. Di bagian mana. Ups…ternyata sudah ada tanda di bagian mana seseorang harus memegang pantat kuda. Yakni di bagian yang benar-benar membuat kuda merasa nyaman kalau bagian itu yang dipegang.
Untuk bisa memegang bagian itu posisi saya harus tepat di belakang kuda. Itu ada artinya tersendiri.
“拍拍马屁,存款过亿” bunyi tulisan di kaca toko itu. Dibaca: pai pai ma pi, cun kuan guo yi. Arti bebasnya: Sanjungan menghasilkan penghasilan lebih dari 100 juta.
Itu karena menepuk pantat kuda dianggap sebagai pujian. Atau sanjungan. Kuda merasa tersanjung kalau pantatnya ditepuk-tepuk. Pun kuda Anda yang ada di rumah.
Dengan menyanjung orang yang Anda sanjung akan memberikan proyek kepada Anda.
Tentu itu hanya iklan di toko. Maksudnya: hanya untuk daya tarik. Humor di tahun kuda.
Tapi dalam dunia politik istana kerajaan zaman dulu tepuk pantat kuda itu bermakna sangat dalam. Zaman itu di sekitar raja banyak dikelilingi orang yang hanya pandai menjilat. Mereka tidak berani berkata apa adanya. Di depan raja selalu saja dilaporkan keadaan yang baik-baik saja. Pun bila kenyataannya tidak begitu.
Tapi tidak ada yang berani bisik-bisik siapa saja orang di dekat raja yang sukanya menjilat. Dalam bisik-bisik itu mereka hanya berani bilang begini: raja kita dalam bahaya gara-gara para penepuk pantat kuda itu!
Penjilat disamarkan namanya menjadi si penepuk pantat kuda.
Tentu tidak semua raja suka dijilat. Ada yang aslinya memang tidak suka dijilat. Ada yang awalnya suka tapi kemudian tidak suka. Yakni setelah tahu para penjilat itu ternyata para pembohong. Tapi raja di sana seumur hidup. Agak telat tahu tentang watak asli para penepuk pantat kuda tidak masalah. Di negara demokrasi telat tahu bisa bermasalah: kehilangan banyak waktu. Padahal masa jabatan terbatas.
Saya tidak mengira kota sekecil Huai An penuh dengan bahan tulisan. Ada nama besar perdana menteri Zhou En Lai. Ada penulis-penulis buku legendaris. Ada proyek pertama pembangkit listrik dengan tenaga garam –baru selesai dikerjakan dua bulan lalu. Saya merasa beruntung bisa secepat itu melihatnya.
Saya pun ingat. Konglomerat Mochtar Riyadi pernah berkata pada saya: perdagangan pertama di dunia terjadi di Tiongkok. Yakni barter antara besi dan garam. Garamnya garam tambang. Besinya besi tambang.
Kapan-kapan kalau bertemu Mochtar Riyadi lagi saya akan bertanya: apakah sejarah itu terjadi di Huai An. Di sini banyak ditemukan tambang garam. Di kedalaman 1.500 meter. Garam tidak perlu dibuat dari air laut.
Kembali ke pantat kuda.
Bagi raja yang tidak suka dijilat sebenarnya sudah mengingatkan lewat patung pantat kuda itu: awas! kalau Anda berlebihan menjilat, kuda itu akan menyelentak Anda dengan kaki belakangnya. Anda bisa terjengkang.
Jadi, para penjilat harus belajar dari patung pantat kuda itu. Anda harus lihat raja Anda tipe yang suka dijilat atau justru membencinya. Penjilat yang tidak berprestasi akhirnya akan ketahuan. Lalu Anda akan ditendang dengan kaki belakang.
Saya sendiri juga senang bila pantat saya ditepuk. Sayangnya pantat saya tepos. Tepukan itu langsung mengenai tulang: sakit.
Menepuk pantat kuda memang bisa membuat Anda dapat jabatan senilai 100 juta dolar. Tapi itu hanya angan-angan. Orang berprestasilah yang bisa menghasilkan satu miliar dolar. (Dahlan Iskan)











